Gejala Pingsan

Pingsan didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana orang yang terkena menderita kehilangan kesadaran yang singkat dan tidak terduga. Artikel berikut memberikan informasi tentang gejala yang berhubungan dengan pingsan.

Pingsan secara medis disebut sebagai sinkop. Hilangnya kesadaran secara singkat terjadi ketika suplai darah dan oksigen ke otak menjadi sangat rendah. Faktor penyebab umum termasuk gula darah rendah, dehidrasi, tekanan darah rendah, aktivitas fisik, berdiri terlalu cepat, mengejan saat buang air besar, batuk, berdiri dalam waktu lama, stres, kontak yang terlalu lama dengan lingkungan yang panas atau pengap, dll. kondisi seperti aritmia, stenosis (penyempitan abnormal saluran atau saluran tubuh), serangan jantung, diabetes, stroke, dll., mungkin menjadi pemicunya. Berdiri di bawah sinar matahari selama berjam-jam juga dapat menyebabkan beberapa orang pingsan.

Gejala Terkait

Beberapa orang mungkin mengalami pusing saat duduk atau berdiri, mual, kehangatan, keringat dingin, kulit lembab, dan kulit tampak pucat sebelum mereka akan pingsan. Beberapa orang mengalami gejala yang meliputi penglihatan kabur, visual bintik-bintik di depan mata, dan pupil melebar. Sementara orang tersebut tetap tidak sadar, ia mungkin memiliki denyut nadi yang rendah yaitu 60 denyut/menit.

Dalam beberapa kasus, gejala yang mungkin menyertai sinkop termasuk muntah, demam, palpitasi (denyut jantung cepat dan tidak teratur), nyeri dada, sesak napas, denyut nadi lemah dan tidak normal, sakit kepala, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, bicara cadel, dan penglihatan ganda. Inkontinensia, kebingungan, tinnitus, perasaan menggigit lidah, dan kejang-kejang yang berkelanjutan adalah beberapa gejala yang mungkin terjadi sebelum episode pingsan.

Perlakuan

Langkah pertama dan terpenting yang harus diambil oleh seorang pengamat adalah menelepon 911 dan mencari bantuan medis sedini mungkin. Setelah dokter dapat mendiagnosis penyebab atau pemicu yang mendasarinya, pasien akan disarankan untuk menghindari pemicu atau mengonsumsi obat untuk mengobati penyebab yang mendasarinya. Jika penyebabnya tidak cukup serius, umumnya tidak diperlukan pengobatan. Namun, terapi obat akan diperlukan dalam kasus pingsan berulang. Dokter mungkin meresepkan obat, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Jika pasien merasa akan pingsan, maka berbaring dan mengangkat kaki ke atas akan membantu menjaga aliran darah ke otak dan dengan demikian, mencegah sinkop. Duduk dan meletakkan kepala di antara lutut juga membantu dalam beberapa kasus. Pasien tua harus menunggu satu atau dua detik setelah berganti posisi. Jika dehidrasi adalah kemungkinan penyebab pingsan, maka minum banyak cairan akan menjadi hal yang paling bermanfaat untuk dilakukan.

Penafian : Informasi yang diberikan dalam artikel ini semata-mata untuk mendidik pembaca. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat ahli medis.

Author: fungsi