Mengenal Lebih Dalam Klasifikasi Platyhelminthes

Platyhelminthes merupakan bagian dari spesies cacing yang memiliki bentuk tubuh pipih. Jenis cacing ini disebut sebagai aselomata karena merupakan hewan yang tidak mempunyai rongga dalam tubuh.

Tubuh platyhelminthes terbagi menjadi tiga susunan lapisan atau triolablastik, yaitu endoderm atau lapisan yang terletak di dalam, mesoderm atau lapisan yang terletak di tengah, dan ektoderm atau lapisan yang terletak di luar dengan ditutupi dinding epidermis dan sel berambut getar yang halus.

Cacing ini memiliki bentuk kepala yang melengkung pada ujung tubuh, serta ekor yang terletak di bagian ujung tubuh lainnya. Platyhelminthes memiliki struktur sensorik yang membantunya untuk beradaptasi dan memberikan respon pada cahaya beserta bahan kimia sehingga cacing ini dapat menemukan bahan makanan secara cepat.

Terdapat pula mulut, usus yang bercabang dalam tubuhnya, dan faring sebagai bagian dari sistem untuk pencernaan bagi platyhelminthes. Namun, hewan yang satu ini tidak memiliki anus untuk mengeluarkan sisa pencernaan sehingga dikeluarkan melalui struktur bagian tubuh yang disebut sebagai ganglia otak yang terdapat di bagian kepalanya.

Hewan yang memiliki beragam panjang, dari yang berukuran kecil sebesar mikroskopis sampai pada yang berukuran panjang sekitar 160 sentimeter ini memiliki dua macam kelamin dalam satu tubuh, yaitu kelamin jantan dan betina sehingga dikenal sebagai hewan hemafrodit.

Akan tetapi, platyhelminthes tetap melangsungkan perkawinan secara seksual dengan sesama organisme. Terjadinya pertemuan antara sperma dengan ovum dari dua jenis cacing pipih ini akan merupakan upaya reproduksi yang dilakukan untuk menghasilkan keturunan.

Loading...

Namun perlu diketahui bahwa jenis cacing ini juga dapat melakukan reproduksi secara aseksual. Hal tersebut dilakukan dengan fragmentasi. Platyheminthes dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu:

1. Turbellaria

Cacing pipih dengan kelas turbellaria hidup di alam bebas, terutama di perairan. Cacing ini akan memiliki ukuran 6 hingga 15 milimeter dan tidak dapat terpapar sinar matahari secara langsung.

2. Trematoda

Cacing pipih dengan kelas trematoda merupakan cacing hisap yang hidup sebagai parasit pada makhluk lain. Cacing ini dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

3. Cestoda

Cacing pipih dengan kelas cestoda dikenal sebagai cacing pita hidup dengan menjadi parasit dalam makhluk bertulang belakang, terutama pada babi dan sapi.

Itu dia karakteristik serta klasifikasi dari cacing Platyhelminthes. Semoga bermanfaat.

Loading...
Hisham.id © 2017 Frontier Theme