Sistem Anatomi Pernapasan Hewan

Semua makhluk yang masih hidup selalu melakukan aktivitas bernapas. Bernapas adalah proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk metabolisme sehingga didapatkan energi untuk melakukan proses kehidupan anatomiisme tersebut. Dalam bernapas dikeluarkan karbondioksida.

Bagaimana jadinya apabila tidak ada mekanisme yang dapat merubah karbondioksida hasil pernapasan menjadi oksigen, maka pasti dimana-mana terjadi kekurangan oksigen. Kita harus mensyukuri Tuhan telah menciptakan mekanisme yang dapat membuat keseimbangan antara oksigen dan karbondiksida. Dalam udara bebas terdapat oksigen yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh makhluk hidup akan oksigen. Oksigen yang ada diudara sebagian besar merupakan hasil fotosistesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Oleh karena itu pada siang hari yang panas, kita akan merasa sejuk berada dibawah pohon. Pohon tersebut dengan bantuan sinar matahari melakukan fotosintesis.

Dalam proses fotosintesis memerlukan karbondioksida yang kita keluarkan dalam bernapas dan salah satu hasilnya adalah oksigen yang kita butuhkan dalam bernapas. Bayangkan kalau tidak ada pohon, bagaimana kebutuhan oksigen dapat terpenuhi? Oleh karena itu dalam rangka menjaga keseimbangan oksigen dan karbondioksida kita perlu melestarikan pohon, bahkan perlu melakukan penanaman pohon .

Berdasarkan lingkungan hidupnya, alat pernapasan pada hewan dapat dibedakan menjadi anatomi pernapasan akuatik untuk yang hidup di air dan pernapasan terestrial untuk hewan yang hidup didarat. Anatomi pernapasan akuatik berupa permukaan tubuh atau insang, sedang anatomi pernapasan terestrial bisa berupa paru-paru difusi, paru-paru buku, trakhea, dan paru-paru alveoler. Paru-paru pada amphibi masih sederhana dan kurang elastis sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu pada amphibi masih dibantu dengan seluruh permukaan tubuhnya untuk memenuhi oksigen yang dibutuhkan. Paru-paru yang telah sempurna adalah paru-paru pada mamalia.

Pada mamalia, fase inspirasi yang merupakan proses aktif terjadi karena konstraksi otot diantara tulang-tulang iga dan diafraghma. Kontraksi tersebut menyebabkan rongga dada serta paru-paru mengembang dan menyebabkan tekanan negatip dalam rongga dada sehingga udara dapat masuk kedalamnya. Sedangkan fase ekspirasi terjadi karena relaksasi otot inspiratori tersebut dan pengerutan dinding alveole.

Pengangkutan oksigen dalam tubuh hewan dilakukan dengan melarutkannya dalam darah. Pada hewan invertebrata karena aktivitas tubuhnya masih terbatas kebutuhan oksigen masih dapat disuplai dengan sistem yang ada. Sedangkan pada mamalia kebutuhan oksigennya sangat tinggi sehingga diperlukan pigmen pernapasan dalam darahnya. Hemoglobin adalah salah satu pigmen pernapasan. Dengan hemoglobin darah dapat mengangkut 20 kali lipat dibanding darah yang tidak berhemoglobin.

Alat pernapasan pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paru-paru buku, bahkan ada beberapa anatomiisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.

Sistem pernapasan atau sistem pernapasan adalah sistem anatomi yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.

Tinggalkan Balasan