14 Perbedaan Reptil dan amfibi

Reptil dan amfibi memiliki beberapa persamaan dan bisa juga dianggap saling terkait, meskipun sangat jelas, tetapi ada beberapa karakteristik yang sangat penting yang jelas membedakan keduanya satu sama lain. Salah satu kesamaan yang mencolok antara keduanya adalah keduanya hewan berdarah dingin, dengan perubahan suhu tubuh internal mereka terkait dengan lingkungan tidak seperti manusia di mana suhu tetap sama, lebih atau kurang sedikit.

Reptil dan amfibi dapat dibedakan secara fisik maupun dengan mempelajari fase yang berbeda dari kehidupan hewan. Kedua hewan ini berkembang biak dengan bertelur, tetapi ini adalah akhir dari kesamaan diantara mereka.

Telur reptil cenderung memiliki cangkang keras dengan nuansa kasar. Mereka begitu dirancang sehingga untuk melindungi anak muda dan biasanya diletakkan di sarang terisolasi dan terkubur. Di sisi lain, amfibi bertelur dengan cangkang lembut dengan membran eksternal yang hilang.

Secara umum ini melekat pada bagian tanaman air, biasanya batang. Reptil muda terlihat seperti miniatur reptil dewasa; mereka tumbuh menjadi hewan dengan kulit bersisik dan biasanya dengan organ-organ tubuh yang dikembangkan seperti paru-paru.

Kebanyakan reptil secara alami bisa berenang tapi tidak bisa memasuki air dengan sama mudahnya seperti yang dilakukan amfibi. Ini adalah alasan utama karena reptil ditemukan di berbagai lokasi, seperti amfibi yang akan sebagian besar ditemukan dekat dengan air. Mereka memiliki berbagai tipe tubuh dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di darat.

Dalam kasus amfibi yang muda yaitu kecebong yang masih larva akuatik yang bernafas menggunakan insang secara alami. Amfibi muda tidak bisa bertahan keluar dari air terlalu lama dan tumbuh menjadi lebih besar dengan pertumbuhan yang menjadikan anggota badannya menjadi lebih luas. Pada akhirnya mereka kehilangan ekor mereka dan mengembangkan paru-paru mereka dan menghabiskan bagian terbaik dari kehidupan mereka di sekitar air. Mereka memiliki kulit lembab dan halus yang tidak dimiliki reptil seperti sisik.

Reptil

Reptilia di bagi menjadi 4 ordo, yaitu Rhyncocephalia (contohnya : Tuatara), chelonia (contohnya : penyu,kura-kura dan bulus,) Squmata (contohnya : Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena) dan Crocodilia ( contohnya Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman). Ordo Squamata contoh binatang reptilianya adalah kadal, ular dan amphisbaenia (worm-lizards”) terdiri sekitare sekitar 7.900 spesies. Tiga ordo reptilia hidup yang terbesar dan paling beraneka ragam adalah Chelonia (kura-kura), Squama (kadal dan ular), dan Crocodila (buaya dan alligator).

Hewan reptil mempunyai kulit yang bersisik atau berketul yang terdiri dari selaput bertulang atau bergading, mempunyai kaki yang pendek atau tidak mempunyai kaki, kebanyakan reptilia bertelur (ovivar), walaupun sebagian ada yang menyimpan telur di dlam perut induk hingga menetas (Lestrari, 2013). Ordo Squamata terdiri atas 9000-an spesies yang dikelompokan ke dalam 66 famili.Spesies reptil pada ordo ini terdiri atas berbagai jenis kadal dan ular.

Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air, buaya termasuk dalam ordo crochodilia dan anggota famili Crocodylidae. Kelas reptilia dibagai menjadi 4 ordo, yaitu Rhyncocephalia (contohnya: Tuatara) Testudinata / Chelonia (contohnya: Penyu, Kura-kura, dan Bulus), Squamata (Contohnya: Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena) dan Crocodilia (contohnya: Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman). Beberapa contoh hewan yang termasuk dalam kelompok reptiles antara lain, buaya, kura-kura, ular, komodo, penyu, kadal, bunglon, dan masih banyak lagi.14 Perbedaan Reptil dan amfibi 1

Beberapa contoh reptil yang termasuk ordo testudines yang dapat kita jumpai di Indonesia meliputi kura-kura hutan sulawesi (Leucocephalon yuwonoi), berbagai jenis kura-kura berleher ular, penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), tuntong (Batagur baska), dan tuntong laut (B. borneoensis). Kelas reptilia terbagi menjadi 4 ordo yaitu Rhycocephalia (contohnya tutara), Chelonia (contohnya penyu), Squamata (serpenthes), dan Crocodila (buaya) (Brotowijoyo, 2006: 88). Jadi bisa disimpulkan bahwa, reptil adalah jenis hewan melata dari kelompok hewan vertebrata (bertulakng belakang) yang berdarah dingin (poikilotern) dan memiliki sisik disekujur tubuhnya. Sub-kelas yang paling umum dari Reptilia termasuk penyu, kura-kura, buaya, aligator, ular dan kadal.

Amfibi

Hewan yang mempunyai ciri-ciri, yaitu badan mempunyai sisik, rangka tersusun oleh endoskeleton, bertulang belakang, bernapas dengan paru-paru, tipe reproduksi ovipar diantaranya ke dalam kelas Reptilia. Amphibia merupakan jenis hewan yang bisa hidup di dua alam, baik di darat ataupun di air. Insang sesegera mungkin berubah menjadi paru-paru, sirip sesegera mungkin menemukan ciri-ciri kaki sehingga mereka dapat menopang berat tubuh, ginjal serta seluruh proses pengeluaran sesegera mungkin dirubah supaya berfungsi di lingkungan darat, serta kulit akan membutuhkan tambahan tekstur baru buat mencegah kehilangan air.14 Perbedaan Reptil dan amfibi 2

Adanya sebagian jenis amphibi lain yang beberapa hidupnya Berposisi di daratan, tapi terhadap masa terdefinisi jelas kembali ke air buat Sebenarnya, kelas amfibi tak cuma katak atau kodok saja. Contoh hewan amfibi yakni hewan yang hidup di dua alam yaitu di darat serta di air contohnya salamander, kodok, serta katak. Sub kelas Lissamphibia mencakup tiga ordo Amfibi yang masih hidup, yakni: Katak/Kodok, Sesilia serta Salamander.

Amfibia atau amfibi (Amphibia), lazimnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang ( vertebrata ) yang hidup di dua alam; yakni di air serta di daratan Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembap serta basah.

Tabel 14 Perbedaan Antara Amfibi dan Reptil

  Amfibi Reptil
Definisi
1 Kata “amfibi” mengacu pada “kehidupan ganda” yang pada gilirannya mengacu pada kemampuan anggota Kelas Amphibia untuk hidup di air dan di darat. Pada dasarnya kata reptil berasal dari kata Latin “repere” yang berarti “merangkak” yang pada dasarnya merupakan salah satu ciri reptil.
Habitat
2 Hewan-hewan ini hidup di lingkungan perairan maupun di darat. Tahap larva mereka dihabiskan di air dan dewasa di darat. Reptil hidup di darat (binatang darat), tetapi beberapa dari mereka seperti buaya, kura-kura dan buaya dapat hidup di air juga.
Contoh
3 Kodok, Katak, Salamander, dll. Ular, Kadal, Buaya, dll.
Reproduksi
4 Mereka ovipar, di mana embrio berkembang di dalam rahim ibu dalam telur dan menetas di luar tubuh ibu. Beberapa hewan bersifat ovipar, sedangkan beberapa lainnya vivipar (embrio berkembang di dalam rahim ibu).
Reproduksi
5 Mereka ovipar, di mana embrio berkembang di dalam rahim ibu dalam telur dan menetas di luar tubuh ibu. Beberapa hewan bersifat ovipar, sedangkan beberapa lainnya vivipar (embrio berkembang di dalam rahim ibu).
Makanan
6 Embrio terkandung dalam telur lunak dan seperti gel dan dianggap anamniotik; Mereka diletakkan di tempat lembab atau langsung di permukaan air. Telur reptil dianggap sebagai “telur ketuban” yang memiliki kulit luar yang keras dan kasar; Mereka diletakkan di tanah dan disimpan di tempat yang hangat sampai menetas.
Fertilisasi
7 Eksternal Internal
Pernapasan
8 Amfibi bisa bernapas dengan dua cara, yang bisa melalui insang atau dari paru-paru. Reptil hanya bernapas melalui paru-paru.
Visi
9 Mereka memiliki batasan memvisualisasikan warna tertentu, yang berarti mereka memiliki batasan untuk pita sempit dari spektrum warna. Reptil memiliki berbagai spektrum warna dan dapat memvisualisasikan dan membedakan berbagai warna.
Jantung
10 Amfibi memiliki jantung tiga bilik. Reptil juga memiliki jantung tiga bilik, tetapi ventrikelnya dibagi lagi melalui septum.
Perlindungan
11 Amfibi menyembunyikan racun dari kulit mereka, yang melindungi mereka dari pemangsa. Reptil memiliki sisik keras dan perlindungan di seluruh kulitnya; mereka juga menghasilkan racun dari gigi dan kuku.
Kulit
12 Kulit halus, lengket, lembab dan sangat berpori untuk melakukan berbagai fungsi. Mereka memiliki kulit kering, keras dan bersisik, yang melindungi mereka.
Telur
13 Amfibi bertelur di air yang ditutupi dengan gel. Reptil meletakkan telurnya di darat dan memiliki pelindung yang keras.
Pergerakan
14 Mereka memiliki kaki berselaput, yang membantu mereka berenang dan melompat. Ini memiliki empat anggota badan, membantu mereka dalam berlari dan berenang, sementara ular tidak memiliki anggota badan dan mereka merangkak.

 

Tiga ordo dari kelas amfibi ( Amphibia ), antara lain: Ordo Anura (contoh: kodok serta katak), Ordo Urodela dikatakan juga caudata (contoh: salamander serta kadal air), serta Ordo Gymnophiona (contoh: caecilia). Amfibi atau Amfibia (Amphibia) ialah jenis hewan vertebrata (bertulang belakang) yang hidup terhadap dua alam yaitu hidup di air serta hidup di darat. Jenis-Jenis amfibi di Indonesia, amfibi (amphibia) terbagi menjadi tiga ordo yaitu anura ( kodok serta katak ), caudata (salamander), serta gymnophiona (sesilia).

Ringkasan Perbedaan Reptil dan amfibi

  1. Telur reptil memiliki cangkang yang keras sedangkan telur amfibi lunak
  2. Tubuh reptil muda mirip dengan dewasanya sedangkan amfibi muda berbeda dengan tampilan dewasanya
  3. Kulit amfibi halus sedangkan reptil dapat memiliki sisik

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *