Jenis hasil kebudayaan Megalitikum dan fungsinya

Megalitikum adalah kebudayaan yang menghasilkan bangunan-bangunan dari batu-batu besar. Kebudayaan ini kemungkinan berkembang setelah berkembangnya budaya logam. Hasil-hasil kebudayaan Megalitikum lebih difungsikan sebagai penunjang kehidupan religius. Peninggalan megalitik cukup bervariasi dalam tata rias. Nama-nama mereka sering (tetapi tidak selalu) mencerminkan bagian utama dari kompleks mereka, tetapi bukti arkeologi di banyak situs terus mengungkapkan kompleksitas yang tidak diketahui sebelumnya. Berikut ini adalah daftar hasil kebudayaan Megalitikum:

Menhir

Menhir adalah bangunan tugu batu yang didirikan sebagai penghormatan terhadap roh nenek moyang. Menhir juga menjadi tempat untuk memperingati kepala suku yang telah meninggal. Menhir dalam pembuatannya, ada yang didirikan tunggal, namun ada pula yang ditempatkan bersamaan dengan punden berundak. Menhir biasanya didirikan secara tunggal atau berkelompok sejajar di atas tanah, namun pada beberapa tradisi juga ada yang diletakkan terlentang di tanah. Menhir, bersama-sama dengan dolmen dan sarkofagus, adalah megalit. Sebagai salah satu penciri utama budaya megalitik, pembuatan menhir telah dikenal sejak periode Neolitikum (mulai 6000 Sebelum Masehi).

hasil kebudayaan Megalitikum
hasil kebudayaan Megalitikum

Dolmen

Dolmen adalah bangunan dari batu yang menyerupai meja yang biasanya berkaitan dengan menhir. Dolmen berfungsi sebagai tempat meletakan sesaji kepada nenek moyang. Dolmen yang merupakan tempat pemujaan misalnya ditemukan di Telagamukmin, Sumberjaya, Lampung Barat. Dolmen yang mempunyai panjang 325 cm, lebar 145 cm, tinggi 115 cm ini disangga oleh beberapa batu besar dan kecil. Hasil penggalian tidak menunjukkan adanya sisa-sisa penguburan. Benda-benda yang ditemukan pada umumnya dolmen banyak ditemukan di Jawa Timur dan Sumatera Selatan Dolmen merupakan hasil kebudayaan megalitikum, dimana pada zaman megalit bangunannya selalu berdasarkan kepercayaan akan adanya hubungan antara yang hidup dan yang mati terhadap kesejahtraan masyarakat dan kesuburan tanaman.

Punden Berundak

Punden Berundak adalah bangunan yang terbuat dari batu yang disusun bertingkat-tingkat. Punden berundak difungsikan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meniggal. Struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala dari periode kebudayaan Megalit-Neolitikum pra-Hindu-Buddha masyarakat Austronesia, meskipun ternyata juga dipakai pada bangunan-bangunan dari periode selanjutnya, bahkan sampai periode Islam masuk di Nusantara. Persebarannya tercatat di kawasan Nusantara sampai Polinesia, meskipun di kawasan Polinesia tidak selalu berupa undakan, dalam struktur yang dikenal sebagai marae oleh orang Maori.

Sarkofagus

Sarkofagus berbentuk seperti lesung, namun mempunyai tutup. Umumnya terbuat dari batu utuh. Sarkofagus biasanya disertai dengan bekal kubur seperti periuk atau perhiasan. Benda ini banyak ditemukan di Pulau Bali. Sarkofagus sering disimpan di atas tanah oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah. Di Mesir kuno, sarkofagus merupakan lapisan perlindungan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang dipahat dengan alabaster

Waruga

Kubur batu ini berbentuk kubus atau bulat. Waruga banyak ditemukan di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Mula-mula Suku Minahasa jika mengubur orang meninggal sebelum ditanam terlebih dulu dibungkus dengan daun woka (sejenis janur). Lambat laun, terjadi perubahan dalam kebiasaan menggunakan daun woka. Kebiasaan dibungkus daun ini berubah dengan mengganti wadah rongga pohon kayu atau nibung kemudian orang meninggal dimasukkan ke dalam rongga pohon lalu ditanam dalam tanah. Baru sekitar abad IX Suku Minahasa mulai menggunakan waruga. Orang yang telah meninggal diletakkan pada posisi menghadap ke utara dan didudukkan dengan tumit kaki menempel pada pantat dan kepala mencium lutut. Tujuan dihadapkan ke bagian Utara yang menandakan bahwa nenek moyang Suku Minahasa berasal dari bagian Utara. Sekitar tahun 1860 mulai ada larangan dari Pemerintah Belanda menguburkan orang meninggal dalam waruga.

TabelĀ  Jenis Bangunan Megalitikum

Jenis Bentuk Fungsi Tempat Temuan
Dolmen Bangunan meja batu Umumnya dipakai sebagai tempat meletakan sesaji Bondowoso dan Jawa Timur
Menhir Tugu Batu Tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemuajaan terhadap roh leluhur atau nenek moyang Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah dan Kalimantan
Punden Berundak Bangunan dari batu yang bertingkat dilengkapi dengan menhir. Bangunan ini dikatakan sebagai proto tipe Candi Borobudur Pemujaan terhadap roh leluhur Lebak Sibedug, Banten
Sarkofagus Kubur batu yang berbentuk lesung dan memiliki tutup Sebagai peti mati Bali dan Jawa Barat
Arca Binatang dan Juga manusia Perwujudan nenek moyang Jawa dan Sumatra
Waruga Kubur batu yang terbuat dari batu yang utuh dan berbentuk bulat Peti kubur Sulawesi Tengah dan Utara
hasil kebudayaan Megalitikum

8 Balasan pada “Jenis hasil kebudayaan Megalitikum dan fungsinya”

  1. terima kasih sudah membagikan, Saya sangat menghargai apa yang di tulis dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di website ini. Terima Kasih

  2. terima kasih sudah membagikan, Saya sangat menghargai apa yang di tulis dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di website ini. Terima Kasih

  3. Thanks sudah membagikan, Saya sangat antusias apa yang di ulas dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di blog ini. Terima Kasih

  4. terima kasih sudah berbagi, Saya sangat antusias apa yang di tulis dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di site ini. Terima Kasih

  5. terima kasih sudah membagikan, Saya sangat menghargai apa yang di tulis dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di website ini. Terima Kasih

  6. terima kasih sudah berbagi, Saya sangat menghargai apa yang di ulas dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di site ini. Terima Kasih

Tinggalkan Balasan