Alasan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan

Sifat totipotensi merupakan sifat sel yang mampu tumbuh menjadi individu baru yang utuh jika berada pada lingkungan yang sesuai. Oleh para ahli, sifat ini dimanfaatkan sebagai dasar perkembangbiakan tumbuhan dengan suatu teknik tertentu. Salah satu teknik yang digunakan adalah kultur jaringan. Kultur jaringan tumbuhan ialah teknik menumbuh- kembangkan bagian tumbuhan, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam kondisi aseptik (bebas dari mikro- organisme), secara in vitro (dalam tabung atau botol) menjadi tumbuhan yang lengkap bagian-bagiannya.

Pengertian Kultur Jaringan

Kultur Jaringan Tanaman adalah teknik pertumbuhan sel, jaringan atau organ dalam media nutrisi yang disterilkan di bawah kondisi aseptik yang terkontrol. Bahan tanaman yang dibudidayakan dapat berupa sel, jaringan atau organ tanaman seperti ujung akar yang dipotong, ujung tunas, tunas, tangkai, perbungaan, antera, embrio, ovula atau ovarium. Kapasitas untuk menghasilkan seluruh tanaman dari sel / eksplan disebut totipotensi . Tidak seperti sel-sel hewan, sel-sel tumbuhan yang sangat matang dan berdiferensiasi mempertahankan kemampuan totipotensi .

Kultur Jaringan
Kultur Jaringan

Sejak tahun 1950, para ilmuwan belajar bahwa seluruh tanaman dapat diregenerasi dari eksplan yaitu bagian tanaman yang diisolasi dalam tabung uji. Eksplan (tunas, batang, biji) dipangkas dan kemudian dikenakan sterilisasi dalam larutan deterjen. Setelah dicuci dalam air suling steril, eksplan ditempatkan dalam medium nutrisi yang sesuai dan diinkubasi. Media nutrisi yang digunakan dalam teknik ini harus menyediakan sumber karbon seperti sukrosa dan juga garam anorganik, vitamin, asam amino dan pengatur pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dll.

Jenis Kultur Jaringan:

Ada berbagai jenis teknik kultur jaringan tanaman, terutama berdasarkan eksplan yang digunakan.

  • Kultur kalus: Budaya jaringan yang berbeda dari eksplan yang berdiferensiasi membentuk kalus.
  • Kultur Organ : kultur organ tumbuhan yang terisolasi seperti embrio, benih, antera, ovarium dll.
  • Kultur Sel: Kultur sel individu yang terisolasi, yang diperoleh dari jaringan eksplan atau kalus dianggap sebagai kultur sel.
  • Kultur Protoplas: Protoplas tanaman (yaitu sel tanpa dinding sel) juga digunakan untuk kultur.

Manfaat Kultur Jaringan:

Kultur jaringan digunakan dalam Mikropropagasi yaitu propagasi skala besar tanaman dalam waktu yang sangat singkat. Banyak tanaman pangan penting seperti tomat, pisang, apel dll telah diproduksi pada skala komersial menggunakan metode ini.

Teknik ini digunakan untuk memulihkan tanaman sehat dari tanaman yang sakit. Meskipun tanaman terinfeksi virus, meristem (apikal dan aksila) bebas dari virus. Para ilmuwan telah berhasil membudayakan meristem pisang, tebu, kentang dll.

Teknik kultur jaringan juga merupakan metode terbaik untuk menyimpan plasma nutfah dan memelihara tipe genetik spesifik (Clon). Teknik ini digunakan pada tanaman yang menghasilkan biji rekalsitran atau menghasilkan benih yang sangat bervariasi.