Batang Dikotil dan Monokotil

Sebutkan contoh tumbuhan dikotil dan monokotil

Dikotiledon dijuluki dikotil adalah setiap anggota tumbuhan berbunga, atau angiosperma, yang memiliki sepasang daun, atau kotiledon, pada embrio benih. Ada sekitar 175.000 spesies yang dikenal dari dikotil. Kebanyakan adalah tanaman kebun yang umum seperti, semak dan pohon, dan tanaman berdaun lebar berbunga seperti magnolia, mawar, adan geranium adalah tumbuhan dikotil.

Dikotil biasanya juga memiliki bagian bunga (sepal, petal, benang sari, dan putik) berdasarkan bentuk dasar empat atau lima, atau kelipatannya, meskipun ada pengecualian. Di dalam batang terdapat pembuluh yang biasanya diatur dalam sebuah cincin yang kontinu dekat permukaan batang.

Sekitar 50 persen dari semua spesies dikotil adalah tumbuhan kayu; mereka menunjukkan peningkatan diameter batang tahunan sebagai akibat dari produksi jaringan baru oleh kambium, lapisan sel yang tetap mampu melakukan pembelahan sepanjang hidup tanaman ini. Batang umumnya memiliki percabangan dengan akar tunggang. Pori-pori mikroskopis (stomata) pada permukaan daun biasanya tersebar dan berada di berbagai orientasi. Serbuk sari biasanya memiliki tiga alur germinal atau pori-pori (kondisi tricolpate), kecuali dalam famili yang lebih primitif. Berikut beberapa famili dikotil dengan contoh tumbuhannya dengan nama latinnya.

  1. Mimosaceae, contohnya Mimosa pudica (putri malu)
  2. Suku terung terungan (Solanaceae) Contoh : Solanum lycopersicum (tomat), Capsicum annum (cabai)
  3. Malvaceae, contohnya Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu)
  4. Bombusaceae, contohnya Durio zibberthinus (durian)
  5. Euphorbiaceae, contohnya Monihot utilisima (ketela pohon), Havea Brasiliensis (karet)
  6. Rubiaceae, contohnya Morinda citrofolio (mengkudu)
  7. Apocynaceae, contohnya Plameria acuminata (kamboja)
  8. Covulvulaceae, contohnya Ipomea reptans (kangkung)
  9. Paiplionaceae, contoh Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogaea (kacang tanah), Vigna sinensis (kacang panjang)
  10. Caesalpiniaceae, contohnya Caesalpinia pulcherima (kembang merak)
  11. Urticeae, contohnya ficus elastica (karet)

Monokotil adalah sebuah julukan untuk salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga, atau angiosperma, yang lainnya adalah dicotyledon (dikotil). Ada sekitar 60.000 spesies monokotil, termasuk yang paling penting dalam bidang ekonomi dari semua keluarga tanaman, Poaceae (rumput), dan yang terbesar dari semua famili tanaman, Orchidaceae (anggrek). Famili monokotil terkemuka lainnya termasuk Liliaceae (lili), Arecaceae (palem), dan Iridaceae (iris). Kebanyakan dari mereka dibedakan oleh kehadiran hanya satu daun biji, atau kotiledon, pada embrio yang terkandung dalam biji. Dicotyledon, sebaliknya, biasanya memiliki dua kotiledon.

Berikut ini beberapa nama tumbuhan monokotil beserta nama latinnnya :

1. Sawit (Elais Guinensis)

2. Kelapa (Cocos nucifera)

3. Ketimunan (Timonius sericcus)

4. Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)

5. Pisang (Musa paradisiaca)

6. Vanili (Vannili planifolia)

7. Bawang merah (Allium ascolonicum)

8. Srikaya (Annona squamosa)

9. Salak (Salacca edulis)

10. Enau (Arenga pinnata)

11. Bunga Matahari (Helianthus annus)

12. Hangkang (Palaquium leiocarpum)

13. Kemenyan (Styra sp)

14. Ketimunan (Timonius sericcus)

15. Salak (Salacca edulis)

16. Sawo (Manilkara kauki)

17. Enau (Arenga pinnata)

18. Mengkudu (Morinda citrifolia

19. Malaka (Phylantus emblica)

20. Strwaberry (Fragaria daltoniana)

21. Anggur (Vitis vinivera)

22. Bacang (Magnifera foetida)

23. Nanas (Ananas comocus)

24. Kurma (Phoenix dactylifera)

25. Salak (Salacca zalacca)

26. Persik (Prunus persica)

27. Siwalan (Borassus sp)

28. Kedondong (Spondias dulcis)

29. Melon (Cucumis melo)

30. Kiwi (Actinidia deliciosa)

31. Buah Naga (Hylocereus undatus)

32. Blueberry (Vaccinium corymbosum)

33. Ceremai (Phyllanthus acidus)

Contoh Tumbuhan Dikotil Beserta Nama Latinnya – tumbuhan dikotil ialah tumbuhan yang mempunyai biji berkeping dua. Yang menjadi cirri utama dari tumbuhan dikotil ialah mempunyai biji berkeping belah, mempunyai akar tunggang serta memiliki batang bercabang. Sejumlah contoh tumbuhan dikotil seperti karet, cabai, mangga, kapas, cengkeh serta lainnya.

Pada umumnya ada 2 tipe tumbuhan berbunga ialah tumbuhan berbiji tunggal atau (monokotil) dengan tumbuhan berbiji dua atau (dikotil). Pada tumbuhan dikotil mempunyai biji berkeping dua. Pada sistem taksonomi, tanaman berkeping dua dimasukkan pada tipe takson kelas Magnoliopsida. Umumnya yang masuk pada tumbuhan dikotil ialah jenis getah-getahan, kapas kapasan, kacang-kacangan, jambu-jambuan serta terong-terongan. Sebelum mempelajari Contoh Tumbuhan Dikotil Beserta Nama Latinnya, kita pelajari dulu cirri cirinya.

Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil mempunyai ciri berakar tunggang dan tulang daunnya menyirip atau menjari. Batang bercabang-cabang, berkambium, tidak beruas-ruas, bagian bunga berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Magnoliopsida merupakan tumbuhan dikotil yang memiliki biji berkeping dua.

Dibawah ini ciri-ciri serta karakteristik tumbuhan dikotil dari segi fisik maupun karakteristik lainnya.

  • Memiliki biji berkeping dua
  • Memiliki akar tunggang
  • Tak mempunyai tudung akar
  • Mempunyai daun yang melebar
  • Memiliki tulang daun bentuk menjari / menyirip
  • Bunganya tersusun atas kelopak bunga, benang sari serta mahkota berjumlah kelipatan dari 2, 4 ataupun 5.
  • Batang dikotil banyak yang bercabang serta berkambium
  • Berkas pengakut pada batang dikotil tersusun memiliki bentuk lingkaran
  • Berkas pengangkutnya berkolateral terbuka pada tumbuhan dikotil.

Salah satu contoh klasik dari tumbuhan dikotil adalah pohon magnolia. Pohon-pohon ini tumbuh di banyak tempat di Amerika Serikat bagian selatan. Bahkan, itu adalah pohon negara bagian Mississippi. Mereka diklasifikasikan sebagai dikotil karena mereka berkecambah bentuk di bawah tanah dengan dua kotiledon. Ikatan pembuluh mereka diatur dalam lingkaran, dan bunga mereka memiliki kelopak dan sepal dalam kelompok empat.

Di masa lalu, banyak orang menggunakan minyak jarak sebagai pengobatan untuk penyakit. Minyak ini diekstrak dari tumbuhan kacang kastor. Sementara kita tahu sekarang itu bukan ide yang baik untuk menggunakan minyak ini sebagai obat, tumbuhan ini masih digunakan secara luas di kebun untuk mencegah tikus dan sebagai tumbuhan hias. Castor tumbuhan kacang adalah dikotil sejati dengan memiliki dua kotiledon besar yang muncul dari tanah. Mereka juga memiliki akar yang tumbuh dari pusat radikal, dan jaringan mereka diatur dalam lingkaran. Tumbuhan dikotil lain yang Anda mungkin akrab dengan mencakup kopi, kapas, impatien, kacang, labu, dan tumbuhan kedelai.

Setelah tahu apa saja cirri cirinya, sekarang tinggal mempelajari apa saja contoh tumbuhan dikotil.

Kentang

Tumbuhan dikotil yang pertama adalah kentang. Solanum Tuberosum L adalah nama latin dari kentang. Kentang juga dikenal menjadi makanan pokok untuk negara-negara yang ada di benua Eropa. Sedangkan Di negara Indonesia, kentang juga banyak dikonsumsi masyarakat.

Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil setelah mengkonsumsi kentang. Salah satunya ialah sebagai sumber vitamin B & C. Tak hanya itu saja, terdapat kandungan serat pada kentang maupun protein yang baik bagi tubuh. Banyak yang menjadikan kentang ini untuk camilan ringan disebabkan makanan ini mengandung rendah lemak.

Singkong

Contoh yang selanjutnya adalah singkong ataupun ubi kayu. Manihot utilissima adalah nama latin dari singkong ini. Manfaat yang dimiliki oleh singkong cukup banyak diantaranya mengandung zat karbohidrat untuk alternatif makanan pokok.

Nah, zat karbohidrat itu terdapat dibagian akar ubi kayu karena menyimpan sumber makanan. Pemanfaatan daun singkong bisa dijadikan sayur hijau. Bukan hanya mengandung banyak serat, daun singkong juga mempunyai kandungan berupa asam amino yang tinggi.

Karet

Contoh tumbuhan dikotil yang berikutnya adalah karet. Hevea braziliensis adalah nama latin dari tumbuhan karet. Karet adalah pohon yang menghasilkan getah lateks. Negara Indonesia adalah salah satu negara yang dikenal penghasil karet terbesar di dunia.

Manfaat karet banyak sekali seperti untuk bahan baku membuat ban serta berbagai benda bahan karet lain yang di sektor ke industri. Sedangkan batang karet bisa dipakai untuk bahan bangunan.

Tumbuhan Kapas

Tanaman kapas juga termasuk tumbuhan dikotil. Sedangkan nama latinnya ialah Gossypium sp. Umumnya tumbuhan tersebut hidup di wilayah tropika serta subtropik layaknya di Indonesia. Bulu tumbuhan kapas berwarna putih serta banyak dibudidayakan.

Manfaat kapas ialah untuk bahan dasar pembuatan benang serta kain. Kapas juga banyak diolah untuk produk produk tertentu khususnya untuk sandang dan juga pakaian. Fungsi lain dari kapas ialah untuk membersihkan wajah dan juga pembalut luka pada kulit.

Cabai

Cabe merah ialah tanaman dikotil lainnya. Nama latin dari cabe merah ialah Capsicum sp. Rasa pedas pada masakan bisa dihasilkan dari cabe ini. Banyak masyarakat menggunakan cabai untuk bumbu masak.
Sedangkan manfaat cabai lainnya ialah untuk kebutuhan pengobatan tradisional, melancarkan metabolisme tubuh, mencegah terserangnya darah tinggi dan bisa menyembuhkan infeksi.

Putri Malu

Tumbuhan putri malu juga sebagai tumbuhan dikotil yang ke enam. Mimosa pudica adalah nama latin tumbuhan ini. Keunikan tumbuhan ini ialah ketika daunnya disentuh bisa langsung menutup. Ada banyak manfaat yang bisa di ambil dari tanaman putri malu ini. Diantaranya dapat mengatasi penyakit bronkitis, menyembuhkan insomnia akut serta menurunkan demam.

Tomat

Tumbuhan dikotil berikutnya adalah tomat. Bernama latin Solanum Lycopersicum. Tanaman ini juga merupakan keluarga Slanaceae. Ada banyak kandungan vitamin pada Tomat yang bisa kita manfaatkan. Seperti kandungan vitamin C nya yang sangat tinggi.

Sedangkan tomat juga bisa menyehatkan jantung, kandungan antioksidannya dapat mencegah penyakit kanker serta mengatasi sembelit. Buah tomat sangat baik untuk ibu hamil serta bisa menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Contoh Tumbuhan Dikotil lainnya

1. Citrus (jeruk)
2. Vitis vinivera (anggur)
3. Arachis hypogaea (kacang tanah)
4. Phyllanthus acidus (cermai)
5. Mangifera indica (mangga)
6. Codiaeum variegatum (Puring)
7. Syzygium aqueum (jambu air)
8. Glycine soja (kacang kedelai)
9. Delonix regia (bunga flamboyant)
10. Nicotiana tabacum (tembakau)
11. C. frutescens (cabai rawit)
12. Chrysanthemum (bunga seruni)
13. Psidium guajava (jambu biji)
14. Theobroma cacao (kakao)
15. Swietenia mahagony jaca (pohon mahoni)
16. Syzygium aromaticum (cengkeh)
17. Plameria acuminata) (kamboja)
18. Senna siamea (johar)
19. Fragaria daltoniana (strawberi)
20. Annona squamosa (srikaya)
21. Manilkara zapota (sawo)
22. Parkia speciosa (petai)
23. Gnetum gnemon (melinjo)
24. Nephelium lappaceum (rambutan)
25. Solanum melongena (terong)
26. Helianthus annuus (bunga matahari)
27. Citrus aurantifolia (jeruk nipis)
28. Vigna sinensis (kacang panjang)
29. Solanum nigrum (leunca)
30. Solanum torvum (takokak)
31. Datura metei (kecubung)
32. Albizia chinensis (pohon albasia)
33. Jatropha curcas (jarak pagar)

Leave a Comment