Jelaskan Pengertian Selom (Coelom)

Selom adalah rongga tubuh utama pada kebanyakan hewan dan diposisikan di dalam tubuh untuk mengelilingi dan mengandung saluran pencernaan dan organ lainnya. Selom berfungsi menyerap guncangan atau memberikan kerangka hidrostatik. Selom juga dapat mendukung sistem kekebalan dalam bentuk coelomocytes yang dapat melekat pada dinding selom  atau dapat mengapung di dalamnya secara bebas.

Selom memungkinkan otot untuk tumbuh secara independen dari dinding tubuh – fitur ini dapat dilihat pada saluran pencernaan tardigrades (beruang air) yang tergantung di dalam tubuh di mesentery yang berasal dari coelom mesoderm yang dilapisi. Selom bukan usus.  Ini merupakan rongga berisi cairan di dalam mesoderm. Pada beberapa hewan, itu dilapisi dengan mesothelium. Pada hewan lain, seperti moluska, ia tetap tidak terdiferensiasi. Memiliki selom memberi keuntungan tertentu pada hewan:

  • Ini memungkinkan gerakan independen dinding usus dan dinding tubuh.
  • Ini memberikan ruang pembesaran dan pengembangan organ internal.
  • Ini dapat bertindak sebagai media sirkulasi untuk pengangkutan bahan atau area penyimpanan bahan berlebih atau limbah.

Selom berkembang dalam triploblas tetapi kemudian hilang dalam beberapa garis keturunan. Kurangnya selom berkorelasi dengan pengurangan ukuran tubuh. Selom kadang-kadang salah digunakan untuk merujuk pada saluran pencernaan yang dikembangkan. Beberapa organisme mungkin tidak memiliki selom atau mungkin memiliki coelom palsu (pseudoselom). Hewan yang memiliki selom disebut selomata, dan yang tanpa selom disebut aselomata.

Pengertian Selom (Coelom) – Hewan atau dapat juga disebut sebagai binatang merupakan salah satu makhluk hidup yang ada di muka bumi. Dalam kamus bahasa Indonesia hewan atau binatang dapat didefinisikan sebagai makhluk yang bernyawa dan dapat bergerak dan berpindah tempat serta mampu bereaksi terhadap rangsangan, namun tidak memiliki akal. Hewan termasuk kedalam kingdom Animalia yang merupakan organisme dengan sel kompleks (eukariotik) yang multiseluler. Tidak sama dengan tumbuhan, hewan tidak mempunyai klorofilsehingga tidak mampu melakukan fotosintesis dalam membuat makanannya sendiri. Sehingga hewan diharuskan mencari makanannya sendiri dan dicerna di dalam tubuhnya untuk mendapatkan energy.

Proses pembuatan energy pada hewan ini membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai zat sisa. Hewan memiliki ciri khas, yaitu dalam tubuhnya tidak mempunyai dinding sel. Melainkan banyak mengandung sel otot yang berfungsi dalam pergerakannya dan sel saraf yang berperan dalam merespon setiap rangsangan. Jenis hewan dapat dikelompokkan menjadi beberapa, yaitu pengelompokkan hewan menurut tipe simetri (kesetangkupan), jumlah lapisan jaringan yang dimiliki, tipe selom serta segmentasi.

Pada hewan yang didasarkan dari tipe simetri atau kesetangkupannya dibedakan lagi menjadi 3, yaitu hewan asimetri, simetri bilateral dan simetri radial. Jika pengelompokkan hewan berdasarkan lapisan jaringan, maka dapat dibedakan menjadi dua yakni hewann diploblastic (hanya memiliki dua lapisann jaringan, endoderm dan eksoderm) dan triploblastic (memiliki tiga lapisan jaringan, endoderm, mesoderm dan eksoderm). Sementara pengelompokkan hewan berdasarkan tipe selom disebut sebagai hewan triploblastic aselomata, selomata, pseudeselomata dan lainnya. Pengertian Selom (Coelom) pengertian selom sendiri dapat kita simak di bawah ini.

Pengertian Selom (Coelom)

Selom berasal dari bahasa Yunani, koiloma = rongga atau lubang yang memiliki arti suatu rongga tubuh hewan yang berisi cairan. Selom ini terletak didalam lapisan mesoderm. Mesoderm sendiri adalah lapisan bagiaan tengah dari hewan triploblastic. Sehingga dapat dikatakan bahwa selom sebagai pemisah usus dari dinding tubuh. semua dinding internal akan tersuspensi kedalam cairan yang dikenal dengan cairan selomik. Hal inilah yang memungkinkan gerakan internal dari organ tubuh yang bebas dari dinding tubuh. Oleh karena itu, pergerakan internal organ dapat lebih bebas yang membuat tubuh selomata mempunyai fleksibilitas fisiologis yang lebih dibandingkan dengan hewan tanpa selom.

Selain itu, selom juga dapat melindungi organ dari kompresi dan kerusakan. Dapat juga berperan sebagai hydroskeleton dan sebagai sistem peredaran darah. Hydroskeleton ini mampu memberikan lebih banyak kekuatan pada tubuh. sementara nutrisi, gas, dan limbah metabolisme diangkut melalui aliran darah dalam selomata.

Jenis-Jenis Selom (Coelom)

Terdapat dua jenis selom, yakni schizelom dan enteroselom. Schizelom dapat ditemukan pada protostome, yang blastopore berkembang ke dalam mulut. Dalam schizelomata ini rongga tubuh akan dibentuk oleh pemisahan mesoderm dalam proses yang dikenal dengan sebutan schizoseli. Pembelahan terjadi secara spiral dan nasib masing-masing ditentukan oleh sel tubuh yang sudah ditentukan pada pembentukannya.

Sementara enteroselom umumnya ditemukan pada deuterostoma yang blastoporenya berkembang menjadi anus. Di dalam enteroselomata rongga tubuh akan terbentuk dengan mengungguli usus primitive, yang terputus untuk membentuk selom dalam suatu proses enteroseli. Pembelahan yang terjadi pada enteroselomata adalah radial serta nasib sel yang telah ditentukan pada proses pembentukannya. Oleh karena itu, sel-sel tersebut dapat berdiferensiasi menjadi jenis sel.

Perbedaan Selomata Dan Pseudoselomata

Pseudoselomata ini juga hampir sama dengan selomata, yaitu sebutan hewan invertebrata triploblastic dengan rongga tubuh yang berisi dengan cairan. Jika selomata terletak di dalam mesoderm, lain halnya dengan letak dari pseudoselomata yang umumnya terletak antara endoderm dan mesoderm. Endoderm merupakan lapisan jaringan yang terletak pada bagian paling dalam. dapat diartikan bahwa pseudoselom merupakan ruangan di dalam blastula yang disebut sebagai blastocoel. Pseudoselom ini bertindah sebagai media untuk sirkulasi nutrisi, gas, dan produk limbah karena pseudoselomata sebenarnya tidak mempunyai sistem sirkulasi tertutup.

Apabila dilihat secara lebih teliti, selain memiliki perbedaan sebenarnya selomata dan pseudoselomata mempunyai persamaan yang hampir mirip, yaitu:

  • Seperti penjelasan di atas tentang Pengertian Selom (Coelom) serta pseudoselomata yakni sama-sama mengandung rongga yang tubuhnya berisi dengan cairan.
  • Sama-sama terdapat pada hewan triploblastic yang mempunyai tiga lapisan jaringan, yaitu endoderm, mesoderm, dan ectoderm.
  • Keduanya juga memiliki saluran pencernaan yang cukup lengkap.
  • Selain itu, kesamaan lainnya juga sama-sama mempunyai peritoneum.
  • Namun, apabila dilihat dari definisi tersebut, perbedaan yang paling menonjol dari kedua rongga yaitu rongga selomata terletak diantara dinding tubuh dan saluran pencernaan. Sementara pseudoselomata organisme invertebrata dengan rongga tubuhnya yang berisi cairan terletak diantara endoderm dan mesoderm.

Apabila hewan tidak memiliki selom atau kekurangan selom, maka akan mengalami kerugian yaitu bahwa rongga internalnya akan mengalami dan lebih rentan terhadap kompresi dan kerusakan. Akan tetapi, bagi organisme selomata akan mendapatkan perlindungan yang berasal dari kenyataan bahwa cairan yang mampat,s edangkan organnya tidak. Disebabkan organ dikelilingi oleh cairan mampat, juga dilindungi oleh dalam selomata. Seperti hewan diploblastic dan monoblastik (misalnya ubur-ubur, kerang, cacing pipih dll) masing-masing kekurangan selom sehingga disebut sebagai organisme aselomata. Sedangkan manusia termasuk pada organisme selomata, dimana dapat menampilkan rongga tubuh yang ditempatkan secara strategis.

Terdapat begitu banyak hewan terkecil dan sederhana serta yang paling banyak yaitu nematode, rotifer, naga lumpur (kinorhynchans), caing bulu kuda (nematomorps), caing priapulid, dan entroprocts. Dimana banyak dari organisme tersebut mempunyai ukuran yang kurang dari 0.04 inch (1 milimeter), namun beberapa seperti cacing priapulid dapat tumbuh lebih besar yakni sekitar 15 cm (6 inci).

Demikian pembahasan mengenai Pengertian Selom (Coelom) serta beberapa penjelasan yang berhubungan dengan istilah tersebut. semoga dapat dijadikan referensi dan menambah wawasan kita semua.

Leave a Comment