Apa itu Pengertian protoplasma dan sitoplasma serta perbedaan

Kata protoplasma berasal dari kata Yunani “protos” yang berarti “pertama” dan “plasma,” yang berarti “sesuatu terbentuk.” Protoplasma dianggap sebagai dasar fisik kehidupan. Protoplasma sel terdiri dari nukleus, membran sel dan sitoplasma. Karena itu, sitoplasma adalah bagian dari protoplasma sel.

Sitoplasma tidak berbeda dari protoplasma, tetapi sebagian darinya. Sitoplasma dan protoplasma adalah suspensi sel dan menyediakan lingkungan di mana proses biologis berlangsung. Protoplasma dikelilingi oleh membran plasma atau membran sel di semua sisi, sedangkan sitoplasma adalah zat yang mengelilingi nukleus di dalam sel.

Komponen

Sitoplasma tersusun atas sitosol, organel, dan inklusi sedangkan protoplasma tersusun atas sitoplasma, nukleus, dan membran sel. Sitosol sitoplasma tersusun atas air, garam, dan molekul organik. Organel adalah organ kecil, seperti struktur, yang ada di dalam sel dan yang memiliki fungsi spesifik. Inklusi adalah partikel yang tidak larut hadir dalam sitoplasma.

Protoplasma dianggap sebagai zat hidup yang ada di dalam sel. Ini adalah zat yang kompleks, tembus cahaya, dengan konsistensi semi-cair dan terutama terdiri dari asam nukleat, protein, lipid, karbohidrat, dan garam anorganik.

Perbedaan struktural

Perbedaan utama antara sitoplasma dan protoplasma adalah sitoplasma tidak memiliki nukleus, sedangkan protoplasma memiliki nukleus dalam strukturnya. Sitoplasma adalah organel protoplasma, yang sebagian besar terdiri dari air dan zat lain seperti protein, cadangan makanan, dan limbah metabolisme.

Protoplasma adalah zat kental dengan konsistensi agar-agar di mana banyak proses seluler biologis dan kimia berlangsung. Dalam sel yang memiliki keberadaan nukleus, protoplasma yang mengelilingi nukleus itu disebut sitoplasma. Semua konten sel berada dalam sitoplasma dalam sel prokariotik (organisme yang tidak memiliki nukleus) sedangkan dalam sel eukariotik, konten seluler yang ada dalam nukleus dibedakan dari sitoplasma oleh membran nukleus yang terdefinisi. Kumpulan isi yang ada dalam nukleus disebut nukleoplasma.

Sifat kimia

Zat anorganik yang membentuk protoplasma terutama air, garam mineral dan gas.

Perbedaan fungsional

Organel yang ada dalam sitoplasma adalah badan Golgi, mitokondria, retikulum endoplasma dan ribosom. Organel ini memiliki fungsi yang sangat spesifik. Mitokondria memiliki fungsi respirasi seluler, sementara ribosom bertindak sebagai laboratorium yang mensintesis protein. Fungsi penting lainnya yang terjadi dalam sitoplasma adalah proses glikolisis dan pembelahan sel.

Protoplasma juga dianggap sebagai bagian hidup sel, karena semua proses penting yang dibutuhkan untuk kehidupan sel dilakukan dalam protoplasma. Juga dikatakan bahwa protoplasma membentuk tubuh, karena ia adalah zat transparan, kental dan berair. Protoplasma hidup merespons rangsangan dan juga melakukan proses di mana ia membuang produk limbah.

Ringkasan

Perbedaan antara protoplasma dan sitoplasma sangat tipis. Protoplasma adalah kandungan sel, termasuk membran sel, sitoplasma dan nukleus, sedangkan sitoplasma adalah zat agar-agar yang mengelilingi nukleus di dalam membran sel. Sitoplasma mengandung organel seluler seperti mitokondria, ribosom dll. Dalam sel prokariotik, di mana tidak ada nukleus yang terdefinisi dengan baik, sitoplasma bertindak sebagai nukleoplasma dan mengandung kromatin.

Tinggalkan Balasan