Cara Mengobati Lepuh yang Terinfeksi

Lepuh biasanya sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, jika tidak dijaga kebersihannya, ia dapat terinfeksi, dan memerlukan perhatian medis khusus. Dalam artikel Ini ini, kami akan memberi tahu Anda lebih banyak tentang lecet, dan cara merawatnya jika terinfeksi.

Lepuh adalah kantong kecil berisi cairan di lapisan atas kulit. Biasanya akan terbentuk ketika lapisan luar kulit rusak karena trauma atau cedera. Lepuh diisi dengan cairan bening yang dikenal sebagai serum atau plasma, yang merupakan bagian dari darah yang tersisa setelah sel darah merah dan zat pembekuan dikeluarkan. Serum ini melindungi jaringan kulit yang terluka di bawahnya, melindunginya dari kerusakan lebih lanjut dan memungkinkannya untuk sembuh, sementara lapisan luar kulit di atas lepuh memberikan penghalang alami untuk segala jenis infeksi.

Penyebab

  • Cedera pada kulit karena panas, seperti terbakar sinar matahari atau melepuh.
  • Cedera pada kulit karena gesekan.
  • Menggosok kulit, bila berlangsung lama, dapat menimbulkan lepuh.
  • Menggosok intens dalam waktu singkat juga dapat menyebabkan pembentukan lepuh.
  • Lepuh darah terbentuk jika kulit hancur, terjepit atau terjepit sangat erat.
  • Lepuhan pada kaki dan tangan sangat umum terjadi, karena area ini tergesek saat menangani peralatan.
  • Kulit lembab lebih rentan terhadap pembentukan lepuh daripada kulit kering.
  • Alergi terhadap gigitan serangga atau sengatan lebah dapat menyebabkan pembentukan lepuh.
  • Kondisi medis tertentu, seperti herpes, cacar air, impetigo, dll., dapat menyebabkan lecet.
  • Gangguan kulit yang langka juga dapat menyebabkan lecet.

Gejala

  • Sedikit melenting bengkak di permukaan kulit.
  • Sakit untuk disentuh.
  • Lepuh darah membentuk pembuluh darah kecil, yang dekat dengan permukaan kulit pecah, dan darah akan bocor ke sobekan di antara lapisan kulit ini. Lepuh darah bisa terlihat gelap dan lebih menyakitkan
  • Lepuh diisi dengan cairan bening yang disebut serum.
  • Kulit di sekitar lepuh mungkin merah dan mungkin terasa panas dan nyeri.

Perawatan yang Tepat untuk Lepuh

Cara terbaik untuk menyembuhkan bisul adalah dengan membiarkannya. Dalam kebanyakan kasus, jika dibiarkan tetap utuh, mereka akan hilang dalam beberapa hari, ketika kulit yang rusak sembuh. Namun, jika lepuh pecah, kulit yang rusak di bawahnya akan terpapar bakteri dan organisme menular lainnya di udara, yang menyebabkan infeksi.

Lepuh yang terinfeksi perlu ditangani dengan hati-hati karena ada risiko infeksi di dalamnya dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Yang terbaik adalah mencegah lepuh terinfeksi dengan merawat dan merawatnya dengan benar.

Perawatan yang Tepat untuk Lepuh yang Terinfeksi

Ketika lepuh terbentuk, cairan di dalamnya bening dan tembus cahaya. Namun, ketika lepuh terinfeksi, itu berubah menjadi cairan putih kekuningan yang dikenal sebagai nanah. Sering juga disertai dengan bau busuk dan peningkatan rasa sakit yang meluas bahkan ke area sekitar lepuh.

Hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan saat menangani lepuh yang terinfeksi, adalah mencari nasihat medis. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik yang akan berperan besar dalam penyembuhan lepuh, dan mencegah infeksi menyebar melalui aliran darah. Mendapatkan bantuan medis sangat penting jika lepuhnya sangat besar atau jika pasien sudah memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti penyakit autoimun atau kondisi kulit yang membuatnya rentan terhadap infeksi bakteri.

Bagian penting berikutnya dari perawatan ini adalah menutupi lepuh, melindunginya dari kerusakan lebih lanjut dan membiarkannya sembuh. Namun sebelum itu, dokter mungkin akan membersihkan nanah dan area di sekitar luka melepuh. Untuk lecet yang lebih kecil, potongan plester atau kain pembungkus dapat digunakan. Dalam kasus yang lebih besar, dokter biasanya akan menggunakan bantalan kasa obat, yang akan direkatkan ke kulit di sekitar lepuh, sehingga menutupi dan melindunginya. Jika luka melepuh berada di bagian tubuh yang aktif seperti kaki, maka akan lebih rentan mengalami kerusakan lebih lanjut. Untuk mencegah hal ini, pembalut berlapis kain steril dapat diterapkan pada luka sehingga memberikan bantalan. Adalah penting bahwa semua pembalut yang disebutkan di atas diganti setiap hari untuk menjaga luka tetap bersih dan untuk memfasilitasi proses penyembuhan.

Dalam kasus luka yang menyakitkan seperti yang dihasilkan dari lepuh darah, kompres es dapat digunakan. Perhatikan bahwa kompres es tidak boleh dioleskan langsung ke lepuh. Ini harus diterapkan di atas kain/balutan plester untuk membantu meringankan rasa sakit. Kompres es hanya boleh digunakan dengan hemat, dan dengan izin dokter.

Jadi, dengan perhatian medis yang tepat, infeksi pada lepuh dapat dicegah agar tidak menyebar, dan luka itu sendiri dapat dibiarkan sembuh. Itu selalu lebih baik untuk mencegah infeksi dari hasil pertama dengan merawat lepuh yang memadai dan membiarkannya hilang secara alami.

Penafian: Artikel Ini ini hanya untuk tujuan informatif, dan tidak boleh diganti atas saran dari seorang profesional medis.

Related Posts