Kelenjar pineal: Pengertian, struktur, fungsi

Kelenjar pineal adalah benda kecil berotot, yang terletak sangat jauh di pusat otak, mendapatkan namanya dari bentuknya yang seperti biji pinus, yang terbaru dari bahasa Prancis (pinéal, atau “seperti biji pinus”), itu sendiri dari bahasa Latin untuk biji pinus ( pinea). Namun, sekitar sepertiga inci panjang pada orang dewasa, kelenjar pineal lebih kecil dari biji pinus rata-rata Anda.

René Descartes pernah menggambarkan kelenjar pineal sebagai “pusat jiwa”. Meskipun pengetahuan medis telah berkembang pesat sejak saat itu, berikut adalah beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang organ kritis ini.

Meskipun kelenjar pineal tidak akan sepenuhnya dipahami sampai abad ke-20, deskripsi lokasi anatomisnya termasuk dalam tulisan Galen (ca. 130-ca. 210 M), seorang dokter dan filsuf Yunani.

Kelenjar pineal ialah kelenjar yang letaknya didekat pusat otak (tengah-tengahnya). Tak hanya manusia, kelenjar pineal dapat dijumpai di sejumlah contoh hewan mamalia serta hewan vertebrata. Untuk hewan vertebrata, kelenjar pineal ada di lapisan germinar embrio vertebrata tepat dibagian lapisan ektoderm. Lapisan ektoderm merupakan lapisan tempat yang mana ada epidermis kulit serta turunannya. Berikut ini penjelasan detailnya mengenai Kelenjar pineal – pengertian, struktur fungsi, cara kerja dan kelainan.

Meskipun terletak di otak Anda, kelenjar pineal sebenarnya merupakan bagian penting dari sistem endokrin Anda, yang mengatur proses tubuh utama seperti pertumbuhan, metabolisme, dan perkembangan seksual melalui pelepasan dan kendali hormon.

Karena kelenjar pineal adalah yang terakhir dari struktur endokrin yang ditemukan, para ilmuwan menganggapnya sebagai organ misterius. Hari ini, kita tahu bahwa tidak seperti bagian otak lainnya, kelenjar pineal tidak diisolasi dari tubuh oleh sistem sawar darah-otak.

Filsuf dan ahli matematika Prancis abad ke-16 René Descartes terpesona dengan kelenjar pineal, menganggapnya “tempat di mana semua pikiran kita terbentuk.” Para ilmuwan sekarang memuji fungsi itu untuk neokorteks.

Descartes berpikir bahwa di dalam kelenjar pineal, roh binatang kecil seperti “angin yang sangat halus, atau lebih tepatnya nyala api yang sangat hidup dan murni,” memberi makan kehidupan ke banyak arteri kecil yang mengelilingi kelenjar. Ini kemungkinan karena pemahamannya yang buruk tentang anatomi dan fisiologi.

Kelenjar pineal umumnya dijuluki “mata ketiga” karena berbagai alasan, termasuk lokasinya yang jauh di tengah otak dan hubungannya dengan cahaya. Tradisi spiritual mistik dan esoteris menyarankannya berfungsi sebagai koneksi metafisik antara dunia fisik dan spiritual.

Ketika para ilmuwan telah mempelajari lebih lanjut tentang fungsi kelenjar pineal, mereka telah mempelajarinya mensintesis hormon melatonin dari neurotransmitter serotonin. Produksi melatonin menentukan siklus tidur-bangun Anda dan murni ditentukan oleh deteksi cahaya dan gelap. Retina mengirimkan sinyal-sinyal ini ke daerah otak yang dikenal sebagai hipotalamus, yang meneruskannya ke kelenjar pineal. Semakin banyak cahaya yang terdeteksi oleh otak Anda, semakin sedikit melatonin yang dihasilkannya, dan sebaliknya. Kadar melatonin paling tinggi di malam hari untuk membantu kita tidur.

Melatonin menghambat pelepasan hormon reproduksi hipofisis, yang dikenal sebagai gonadotropin, dari kelenjar hipofisis, yang memengaruhi organ reproduksi pria dan wanita. Dengan cara ini, melatonin — dan karenanya kelenjar pineal — mengatur perkembangan seksual.

Kelenjar pineal tersebut peran dalam ritme biologis. Reaksi yang dihasilkan terhadap kelenjar pineal ialah hormon melantonin dan pinolin. Hormon melantonin dan juga pinolin di kelenjar pineal akan memicu efek siklus gelap maupun terang.

Bahan kimia yang mengatur kerja kelenjar pineral ialah amina. Hormon melantonin mempunyai fungsi menginduksi mitosis. Hormon melantonin mempunyai komponen penyusun berwujud asam amino termodifikasi. Pinolin membantu replikasi DNA dan aktivator fungsi otak.

Pengertian Kelenjar Pineal

Adapun yang dimaksud dengan kelenjar pineal adalah kelenjar endokrin yang terdapat pada otak vertebrata dan juga pada otak manusia. Kelenjar pineal ini terletak di bagian belakang vertikal tiga otak. Umumnya pada orang dewasa, kelenjar pineal berukuran antara 5 sampai dengan 9 mm, denagn berat 0,1 gram.

Bentuk dari kelenjar pineal ini menyerupai batang pinus, mungkin itulah sebabnya namanya disebut dengan kelenjar pineal ( bahasa latin pinea = pinus ). Nah sobat semua, jika anda penarasan akan keberadaan serta serta bentuk kelenjar pineal anda, anda bisa langsung saja melakukan pengecekan di Rumah Sakit tertentu dan juga atas dasar anjuran dan arahan dari dokter ya.

Struktur kelenjar pineal

Ukuran kelenjar pineal manusia kurang lebih 8 mm dan warnanya kemerahan abu-abu yang ukurannya sama dengan kacang polong. Hipotamulus fungsinya menjadi fungsi otak. Kelenjar pineal dibagi jadi 2 belahan dengan alur badan talamik bulat menggabung yakni lobular parenkim dari pinealosit. Menurut strukturnya, kelenjar pineal tersusun atas :

  • Peredaran darah
  • Sistem saraf
  • Sel
  • Pembangun
  • Simetri
    Sejumlah sel yang dapat diidentifikasi dalam kelenjar pineal. Ini dia sel yang terdapat dalam kelenjar pineal diantaranya :
  • Pinealosit : letaknya dibelakang ventrikel ketiga antara 2 belahan otak. Fungsinya sekresi hormon melantonin
  • Interstitial cells : sel memberi wujud dalam kelenjar pineal. Bentuk memanjang dan sitoplasma warnanya gelap
  • Neuron pineal : bagian neuron dalam contoh hewan vertebrata
  • Peptidergic neuron like-cell : mengatur paracrine di sejumlah spesies.
  • Perivasculer phagocyte : letaknya sel dekat pembuluh darah untuk sel antigen. Sel tersebut bisa dijumpai dibagian kelenjar pineal tikus.

Fungsi kelenjar pineal

Kelenjar pineal mempunyai sejumlah fungsi diantaranya:

  • Kelenjar pineal berkaitan dengan saraf mata atau penglihatan
  • Kelenjar pineal sebagai pusat penerima terhadap semua sensor eterik seperti pendengaran, penglihatan, emosi dll.
  • Tempat mengatur pigmentasi kulit
  • Kelenjar pineal berkaitan dengan sejumlah sel sensitif cahaya
  • Aktivitas seksual
  • Kelenjar pineal mengatur waktu biologis yang berkaitan dengan musim dan cahaya
  • Pengatur suhu tubuh
  • Kelenjar pineal menjadi mata ketiga yang berkaitan dengan rohani

Cara kerja kelenjar pineal

Cara kerja kelenjar pineal ketika tidur berkaitan dengan waktu siang dan malam. Ketika malam hari, hormon melantonin dalam kelenjar pineal akan bekerja dengan lebih lama daripada siang hari. Panjangnya waktu menghasilkan hormon melantonin berkaitan dengan jam biologis manusia.

Sementara cara kerja kelenjar pineal saat melakukan kegiatan seksual tiap tingkatan umur berbeda. Pada waktu kalian masih anak-anak, kelenjar pineal serta tymus akan ada didalam keadaan aktif jadi menghambat perkembangan seksual. Dengan begitu ketika masa pubertas kelenjar pineal terjadi penyusutan dan akan mengeluarkan sedikit melatonin.

Adapun cara kerjanya pineal ini berkaitan dengan mata ketiga serta rohani yang hampir mirip cara kerja ketika kalian masih anak-anak. Hanya saja, saat berkaitan dengan mata ketiga serta rohani, maka kelenjar pineal menghasilkan DMT yakni zat yang berkaitan dengan hubungan nyata atau tak nyata dalam membentuk pola resonansi.

Dalam keadaan tersebut seseorang kembali didunia nyata yang mana kita dapat melihat dengan nyata dan tak nyata. Selama kelenjar pineal akti serta melepaskan DMT maka mengalami proses biokimia serta bioelektronik. Kelenjar tersebut dapat aktif sebab bergantung dengan kegiatan yang dijalankan setiap individu maupun lingkungan

Kelainan kelenjar pineal

Keberadan kelenjar pineal yang bisa memberikan manfaat ini pastinya akan jauh lebih bermanfaat bila dimanfaatkan dengan cara baik serta tepat. Bila tidak, maka kemungkinan ada sejumlah kelainan yang terjadi pada kelenjar pineal.

  • Pertama, masa pubertas anak tidak pada waktu fase usia seharusnya. Pertumbuhan anak dapat terganggu sebab anak sudah terjadi masa puber sementara faktor fase kehidupan serta usianya menjadi tak sesuai. Akibatnya pengaruh lingkungan meningkatkan gejala puber serta masa baligh mereka lebih cepat dialami dengan usia yang tak seharusnya. Hal tersebut akan lebih parah bla bertambah hormon melantonin yang diproduksi lebih sedikit.
  • Kedua, bila anak dilatih secara tekun maka kerja otak anak dapat makin meningkat. Bila dilihat berdasarkan potensi positifnya. Seperti, ketika seseorang ilmuan telah menciptakan teori diluar batas kemampuan nalar orang awam, disinilah justru ada peran kelenjar pineal. Bila hal tersebut disalah gunakan misalnya melakukan tindakan kriminal lewat hipnotis. Maka dampak negatifnya mungkin dapat dirasakan atau malah berdampak dengan lebih berbahaya bila seseorang pun mempelajarinya secara tak tepat. Selain itu, akan ada gangguan jika dirontgen terjadi SOL (munculnya fraktur tulang tengkorak frontal maupun basilar jadi memicu rasa sakit).

Upaya mengatasi kelainan kelenjar pineal

Setiap penyakit tentunya ada obat yang dapat mengatasi serta menghilangkannya. Bagi kalian pun yang belum mempunyai kelainan kelenjar pineal maka lebih baik mencegahnya. Berikut ini ada sejumlah upayanya :

  • Meditasi
  • Mendekatkan diri kepada sang pencipta
  • Hindari perilaku negatif serta memperbanyak aktivitas positif
  • Konsultasi kepada dokter spesialis saraf

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *