Apa Manfaat sejarah menurut I Gede Widya dan Sartono Kartodirjo

Manfaat sejarah menurut I Gede Widya dan Sartono Kartodirjo

  • 1. Fungsi sebagai inspiratif: sejarah dapat dijadikan ilham / semangat pada generasi muda
  • 2. berguna sebagai edukatif : sejarah memberikan pelajaran dan mendidik agar seseorang bercermin dari peristiwa masa lampau.
  • 3. berperan sebagai instruktif:: sejarah dapat memberikan pengetahuan atau ketrampilan tertentu . contoh pengetahuan tentang navigasi/pelayaran nenek moyang
  • 4. guna sebagai rekreatif : sejarah dapat digunakan sebagai hiburan karena bentuk susunan ,kronologi ,dan alur kisahnya yang dituangkan dalam bahasa indah sehingga

Manfaat Belajar Sejarah

1. Menginspirasi Suatu Pergerakan

Banyak pergerakan terinspirasi dari sejarah.  Contohnya peristiwa penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed (pada 1453) :

penaklukan konstantinopel oleh sultan mehmed

Adalah Sultan Mehmed yang mengakhiri dahaga penaklukkan Konstantinopel. Tahu darimana dia dapat inspirasi? Dari sejarah penaklukkan demi penaklukkan oleh Nabi Muhammad!

Tidak hanya sampai disitu, sejarah kekalahan demi kekalahan dan keberhasilan kaum muslimin dipelajarinya betul-betul. Dicatatnya dan dijadikan pembelajaran.
Bagaimana dengan sekarang? Ada banyak sekali inspirasi dan pelajaran yang kita dapat dari peristiwa pergerakan nasional :

  • Kegagalan pemberontakan PKI melawan Belanda disebabkan kurangnya kesabaran dan keterburu-buruan.
  • SI dan PKI menjadi terpecah-pecah karena adanya keputusan Komunis melawan Islam. Akibatnya, Belanda mampu meredam pergerakan.
  • Hampir semua peristiwa perlawanan melawan Belanda pada abad 17 dan 18 mengalami kegagalan – karena bersifat kedaerahan.
  • Melawan Belanda pada abad 20 di Indonesia berarti dipenjara dan diasingkan. Dan banyak tokoh bersedia untuk itu.
  • Portugis dapat diusir dari Nusantara pada abad 16 karena bersatunya 3 poros kekuatan Aceh – Demak – Ternate untuk melawannya.
  • Dan seterusnya…

Nah, apa yang bisa anda dapatkan dari semua peristiwa tersebut untuk diaplikasikan dalam pergerakan saat ini? (pergerakan misalnya berorganisasi, membuat blog yang besar, membuat perusahaan, dsb.)

Banyak sekali bukan? Memang sejarah setiap era sangatlah berbeda. Solusinya pun akan berbeda di setiap era sejarah. Ada ungkapan “kamu tak akan pernah menemukan sungai yang sama dua kali (karena air sungai terus mengalir)” Tapi dengan melihat sejarah, kita bisa terinspirasi dan belajar dari hal-hal yang telah terjadi.

2. Membantu Kita Mencari Bukti Peradaban

Sejarah bisa ditemukan dalam bentuk apa saja. Dari tulisan-tulisan, koin-koin, atau cerita dari mulut ke mulut. Dan dari situlah kita bisa mendapatkan bukti peradaban – kalau dulu pernah ada peristiwa hebat di tanah tempat kita berdiri. Misalnya koin era Majapahit, dan tulisan-tulisan tentang Majapahit, dan pahatan tentang Majapahit dapat menjadi bukti peradaban adanya Majapahit.

3. Menentukan Asal-Usul

Menentukan asal-usul sangatlah memerlukan sejarah. Dari konteks paling kecil sampai yang paling besar. Misalnya kita memanfaatkan sejarah silsilah keluarga untuk mengetahui asal-usul kita. Hal ini tidak hanya membuat kita mengetahui asal-usul, tapi juga memberi kepuasan. Tapi sejarah memiliki andil yang sangat besar.

Yaitu dalam penentuan wilayah Indonesia : Dalam sidang BPUPKI terjadi perdebatan mengenai wilayah Indonesia setelah merdeka. Terdapat 4 opsi saat itu :

  • Bekas Hindia Belanda
  • Hindia Belanda ditambah Borneo, Papua, dan Timor dan kepulauan sekelilingnya
  • Hindia Belanda ditambah Borneo utara, Papua dan Timor semua
  • Hindia Belanda minus Papua

Semua opsi tersebut dipilih karena berbagai faktor sejarah, kesamaan bahasa, bentuk pulau, dan peradaban. Kalau kita lihat Papua, tidak ada kesamaan geografis dan wilayahnya. Disini Papua bisa diberikan kemerdekaan sendiri. Seperti yang didukung Mohammad Hatta, “jangan-jangan kita tidak puas hanya dengan Papua saja, tapi juga Solomon terus ke Laut tengah. Apakah kita bisa mempertahankan wilayah yang begitu luas? Seolah kita ini sebelum merdeka, sudah menganjurkan politik imperialisme. Mau ini mau itu…. Janganlah kita mengeluarkan alasan yang agak menyerupai semangat imperialistis.”

Tapi hal tersebut dibantah dan seperti kita ketahui sekarang Papua telah menjadi bagian Indonesia.

Kenapa dibantah? Karena sejarah :

  • Papua dulunya adalah bagian kerajaan Tidore
  • Di Digul, Papua, adalah tempat pembuangan para pejuang kemerdekaan
  • Papua juga adalah wilayah Hindia Belanda, merasakan penderitaan yang sama dengan wilayah Indonesia yang lain

Tanpa adanya sejarah tersebut, tidak bisa kita tentukan asal-usul wilayah Indonesia, khususnya wilayah Papua di Indonesia. Dalam contoh ini pula kita bisa melihat kalau kekuatan sejarah bisa mengalahkan akar geologis yang berlainan.
Itulah andil sejarah (dan orang yang mempelajarinya). Tapi kita harus ingat juga : jangan hanya jadikan sejarah sebagai patokan untuk melakukan sesuatu.

4. Meningkatkan Kemampuan Analisa

Apa hubungannya sejarah dengan kemampuan analisa?

Erat sekali! Lihat :

Sebagian dari sejarah adalah peristiwa penaklukan, perang, demonstrasi, dan revolusi.
Demonstrasi, revolusi, dsb. itu menyebabkan perubahan arah sejarah
Darisini kita belajar menganalisa apa yang bisa menyebabkan perubahan arah sejarah
Banyak sekali peristiwa sejarah yang mengubah arah sejarah dan menciptakan sejarah baru :

  • Revolusi Prancis
  • Revolusi Indonesia
  • Konferensi Asia-Afrika
  • Perang Dunia
  • Dan seterusnya…

Dari belajar mengenai sejarah-sejarah itu kita bisa tahu : kenapa revolusi bisa terjadi, siapa dalangnya, apa dampaknya, seberapa besar pengaruhnya. Hal ini meningkatkan kemampuan analisa kita akan semua informasi sejarah yang ada – untuk membuat kesimpulan (meski kesimpulan itu telah ada dan sudah dianalisis)

Misalnya kita bisa melihat peristiwa kegagalan Perang Jawa terhadap Belanda. Darisini ada beberapa catatan :

  • Siapa dalangnya?
  • apa sebabnya?
  • Terakhir dan terpenting : kenapa bisa gagal?

Pertanyaan ‘kenapa bisa gagal?’ itu meningkatkan kemampuan analisa kita. Menggali lembar-lembar sejarah dan menemukan fakta-fakta – lalu menarik kesimpulan kenapa pemberontakan tersebut bisa gagal.

5. Mengetahui Mimpi-Mimpi Masa Lalu untuk Merealisasikannya (Yang Belum Terwujud)

Ingat, sejarah adalah segala peristiwa yang tercatat, yang terbukti.

Termasuk tulisan-tulisan adalah bukti sejarah…

…Dan banyak tulisan (buku) yang dibuat tokoh-tokoh besar selain membuat kita mengetahui sejarah dan pemikiran saat itu, juga membuat kita mengetahui impian si tokoh untuk sejarah [masa] yang akan datang.

Impian tersebut tidak harus jelas. Tapi bisa juga terlihat dari pemikiran dan tindakan mereka…

Misalnya :

  • Tan Malaka dalam buku-nya : Madilog berusaha menghilangkan feodalisme (berpaku pada takhayul) di Indonesia.
  • Soe Hok Gie dari catatan hariannya : Catatan Seorang Demonstran dan tulisan-tulisannya bermimpi untuk melihat keadaan persamaan hak antara suku, agama, ras, dan warna kulit. Semua orang hanya berusaha untuk membangun dunia yang lebih baik.
  • Tokoh-tokoh pahlawan abad 17, 18, dan 19 berusaha membuat Indonesia merdeka – meski sifatnya masih kedaerahan.
  • Dan seterusnya…

Yang mana yang sudah terealisasi : baru nomor 3.

Feodalisme masih ada. Banyak sekali pertentangan antar agama, suku, dan ras.

Adalah tugas kita untuk melihat catatan sejarah, impian para pemikir di Indonesia. Dan mewujudkannya.

6. Memberi Kesenangan dan Kegembiraan

gambar senyumTanyakan saja pada orang yang belajar sejarah…

Mereka senang sekali belajar sejarah!

Kenapa?

Banyak sekali alasannya, yang jelas mereka bahagia. Tapi alasan paling sahih (juga dialami oleh saya sendiri) adalah :

Orang yang belajar sejarah mendapat pengetahuan baru.

Bayangkan rasa senang anda ketika mendapatkan jawaban saat ulangan. Kurang-lebih begitu pula sensasi orang yang belajar sejarah.

Mengetahui hal baru. Kemudian makin penasaran lagi akan sejarah dunia. Sejarah yang hebat membuat kita gembira, senang, terinspirasi.

Dan kadang sejarah yang tragis membuat kita sedih.

Semua itu membuat kita terpacu untuk membuat hari yang lebih baik…

7. Menjadi Inspirasi Pembuatan Karya Sastra

Pernah baca novel ‘Arok Dedes’?

roman arok dedes

Buat anda yang belum tahu, novel tersebut adalah salah satu novel terbaik Indonesia sepanjang masa yang ditulis Pramoedya Ananta Toer.

Dan berlatar belakang sejarah Ken Arok dan Ken Dedes (saya lupa abad keberapa, yang jelas sudah lama sekali bukan?)

Tidak mungkin kalau Pramoedya mampu membuat masterpiece tersebut tanpa membaca sejarah.

Karena banyak sekali aspek sejarah yang mesti dipelajari.

Jadi dalam beberapa kasus, belajar sejarah juga bisa menginspirasi orang yang pintar menulis cerita untuk membuat sebuah masterpiece.

8. Meningkatkan Rasa Persatuan Bangsa

Setiap bangsa adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan.

Dan kesamaan-kesamaan itu dicatat oleh sejarah. Termasuk Indonesia.

Apa kesamaan kita, dari Sabang sampai Merauke?

  • Sama-sama menderita dijajah Belanda (dan bangsa Barat lain)
  • Sama-sama berjuang untuk lepas darinya
  • Memiliki tujuan yang sama : merdeka
  • Memiliki sejarah masa lalu yang berkaitan erat

Jika kita belajar sejarah, otomatis kita akan ketahui hal-hal seperti itu.

Mungkin anda tidak sadar. Tapi beberapa bukti seperti “oh… ternyata dulu aceh, demak, dan ternate pernah ngelawan portugis ya!” membuat kita merasa lebih erat sebagai bangsa.

9. Bisa Belajar Kepemimpinan

Ada banyak sekali peristiwa sejarah yang mencatat kepemimpinan hebat.

Sebut saja Sukarno, Sultan Mehmed, atau Nabi Muhammad.

Apa yang bisa kita pelajari? Sangat banyak! Telah ditulis teladan-teladan kepemimpinan dari orang-orang tersebut. Apa yang mereka miliki, bagaimana mereka berusaha, apa keutamaan mereka.

Darisitu kita bisa contoh teladan-teladan yang baik untuk jadi pemimpin.

10. Bisa Melihat Dunia dari Berbagai Sudut Pandang

Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan.

Disaat satu pihak yang menang, yang lainnya kalah. Disaat satu pihak mendapat keberlimpahan, satu pihak lainnya mendapat kekurangan.

Disinilah berbagai sudut pandang datang. Dari peristiwa sejarah yang kelam.

Bagaimana rasanya jadi orang Belanda abad 19 sampai 20? Merasa bahagia, senang, tapi tidak tahu penderitaan rakyat karena imperialisme bangsanya.

Bagaimana rasanya jadi orang Indonesia setelah melihat penderitaan rakyat Timor dari sudut pandang mereka?

Darisinilah kita lihat berbagai sudut pandang. Bagaimana peristiwa imperialisme Belanda itu dimata orang-orang Belanda dan bagaimana di mata rakyat Indonesia.

Di satu sisi kita melihat semua orang Belanda pada abad 20 itu sebagai bajingan. Di sisi lain ada juga orang Belanda merasa simpati.

Di satu sisi kita melihat rakyat Timor tidak tahu terima kasih. Tapi disisi mereka?

Itulah gunanya sejarah. Fakta-fakta yang terpampang.

Dan kita hanya harus jujur dan menerima sejarah itu. Baik atau buruknya.

11. Memunculkan Rasa Empati

munculnya empati saat belajar sejarah

Seperti nomor 10, banyak sekali sejarah penderitaan.

Misalnya sejarah Yahudi di Jerman.

Dari berbagai sudut pandang kita melihat bagaimana nasib mereka pada masa Hitler. Mungkin kita melihat mereka sebagai bajingan, tapi bagaimana perasaan mereka saat itu? Bagaimana jika kita ada disana?

Dari catatan Soe Hok Gie kita melihat wajah Indonesia tahun 60-an, penderitaan rakyatnya.

Dari catatan Tan Malaka kita lihat nasib kuli kontrak pada masa Belanda dan romusha pada masa Jepang.

Semua itu membuka mata hati kita. Membuat kita jadi lebih perasa. Yang kemudian memunculkan rasa empati pada kehidupan sehari-hari.

Leave a Comment