Apa itu Halofili? hidup di tempat yg tinggi garam

Halofili adalah archaea yang hidup di tempat berkadar garam tinggi. Bakteri ini menggunakan garam untuk menghasilkan energi dan dapat ditemukan di tambak laut maupun di laut yang berkadar garam tinggi seperti di Laut Mati. Contoh dari bakteri ini adalah Halobacterium halobium yang hidup di tambak laut. Bakteri halofilik dapat ditemukan di air laut, danau berkadar garam tinggi, tanah atau gurun berkadar garam tinggi, kolam-kolam pemanenan garam dan makanan yang diasinkan.

Menurut Kushner (1989) kelebihan dari bakteri halofilik adalah kemampuannya yang dapat tumbuh di kadar garam yang tinggi, sehingga dapat mengurangi resiko kontaminasi dan mudah tumbuh dengan kebutuhan nutrisinya yang sederhana. Kelebihan ini membuat bakteri halofilik memiliki potensi yang tinggi untuk dimanfaatkan. Pemanfaatan bakteri ini antara lain dalam proses fermentasi makanan, penghasil polimer, pendegradasi senyawa toksik dan penghasil enzim hidrolitik seperti amilase, protease, selulase dan lipase yang memiliki nilai potensial sebagai enzim yang digunakan secara komersial (Ventosaet al.,1998).

Menurut Madigan dan Marrs (1997) pemanfaatan enzim hidrolase, seperti protease, amilase, lipase, dan selulase yang diisolasi dari bakteri ekstrimofil sebagai katalis reaksi kimia dalam proses industri semakin meningkat. Hal ini karena enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme pada umumnya akan terdenaturasi pada kondisi yang ekstrim seperti konsentrasi garam yang tinggi. Keuntungan lain dari mikroorganisme halofilik adalah keragaman dan karakteristik produk dan mikroorganisme halofilik dapat menghasilkan enzim yang memiliki nilai komersial tinggi.

Tinggalkan Balasan