Pengertian proses reversible dan ireversibel

Ketika sistem mengalami perubahan dari kondisi awal ke kondisi akhir, sistem dikatakan telah mengalami proses. Selama proses termodinamika, satu atau lebih sifat sistem seperti suhu, tekanan, volume, entalpi atau panas, entropi, dll, berubah. Hukum kedua termodinamika memungkinkan kita untuk mengklasifikasikan semua proses dalam dua kategori utama: proses reversibel atau ideal dan proses yang ireversibel atau alami.

Apa itu Proses Reversibel?

Proses reversible adalah di mana sistem dan sekitarnya dapat dikembalikan ke keadaan awal dari keadaan akhir tanpa menghasilkan perubahan apa pun dalam sifat termodinamika alam semesta. Dalam gambar di bawah, mari kita anggap bahwa sistem telah mengalami perubahan dari keadaan A ke keadaan B. Jika sistem dapat dipulihkan dari keadaan B ke keadaan A, dan tidak ada perubahan di alam semesta, maka prosesnya dikatakan menjadi proses yang reversibel. Proses reversibel dapat dibalik sepenuhnya dan tidak ada jejak yang tersisa untuk menunjukkan bahwa sistem telah mengalami perubahan termodinamika.

Agar sistem dapat mengalami perubahan yang dapat reversible, ia harus terjadi dengan sangat lambat karena gradien yang sangat kecil. Selama proses reversibel semua perubahan dalam keadaan yang terjadi dalam sistem berada dalam kesetimbangan termodinamika satu sama lain.

Jadi ada dua kondisi penting untuk proses reversibel terjadi. Pertama, proses harus terjadi dalam waktu yang sangat kecil dan kedua kondisi awal dan akhir dari sistem harus berada dalam kesetimbangan satu sama lain.

Jika selama proses reversibel, kandungan kalor sistem tetap konstan, yaitu proses adiabatik, maka proses tersebut juga merupakan proses isentropik, yaitu entropi sistem tetap konstan.

Fenomena yang mengalami perubahan reversibel juga disebut reversibilitas. Dalam praktik aktual, proses reversibel tidak pernah terjadi, sehingga merupakan proses ideal atau hipotetis.

proses Reversible
proses Reversible

Proses ireversibel

Proses ireversibel adalah proses alami karena semua proses yang terjadi di alam. Proses alami terjadi karena gradien terbatas antara dua keadaan sistem. Misalnya, aliran kalor antara dua benda terjadi karena gradien suhu antara dua benda; ini sebenarnya adalah aliran panas alami. Demikian pula, air mengalir dari level tinggi ke level rendah, arus bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah, dll.

Berikut adalah beberapa poin penting tentang proses ireversibel :

1) Dalam proses ireversibel kondisi awal sistem dan lingkungan tidak dapat dipulihkan dari kondisi akhir.

2) Selama proses yang ireversibel, berbagai kondisi sistem pada jalur perubahan dari kondisi awal ke kondisi akhir tidak berada dalam kesetimbangan satu sama lain.

3) Selama proses ireversibel entropi sistem meningkat secara pasti dan tidak dapat dikurangi kembali ke nilai awalnya.

4) Fenomena suatu sistem yang mengalami proses ireversibel disebut sebagai irreversibilitas.

Tinggalkan Balasan