Pengertian Kolonialisme untuk anak

Kolonialisme terjadi ketika suatu negara (bangsa) mengambil kendali atas tanah, wilayah, atau teritori lain di luar perbatasannya (batas-batas negara) dengan mengubah tanah, wilayah, atau teritori lain itu menjadi koloni. Biasanya, ini adalah negara yang lebih kuat, lebih kaya yang mengambil kendali atas wilayah atau wilayah yang lebih kecil, kurang kuat. Terkadang kata “imperialisme” juga digunakan untuk merujuk pada kolonialisme.

Pada tahun 1700-an dan 1800-an, banyak negara Eropa yang lebih kaya dan lebih kuat (seperti Inggris, Prancis, Spanyol, dan Belanda) membangun koloni di benua Afrika, Amerika Selatan, dan Karibia.

Beberapa negara menggunakan kolonialisme untuk mendapatkan lebih banyak tanah untuk tempat tinggal rakyat mereka. Ketika negara menggunakan kolonialisme untuk mendapatkan lebih banyak tanah untuk tempat tinggal orang mereka, negara itu akan membantu pemukim pindah ke daerah baru. Orang-orang lokal yang tinggal di tanah atau wilayah biasanya dipindahkan dengan menggunakan kekerasan dan kekuatan dari tentara. Untuk melindungi para pemukim ini dari penduduk lokal yang diusir, negara-negara kolonial sering kali membangun benteng militer atau sistem polisi kolonial.

Negara-negara lain menggunakan kolonialisme untuk mendapatkan lebih banyak tanah sehingga mereka dapat menggunakan tanah untuk pertanian atau untuk mengambil (mengambil) sumber daya seperti pohon (kayu), batu bara, atau logam. atau menciptakan pemerintahan lokal atau benteng militer

Negara-negara lain menggunakan kolonialisme sehingga mereka bisa mendapatkan pekerja dari negara yang lebih miskin untuk bekerja di pabrik atau pertanian (baik di negara yang lebih kaya, atau di negara yang lebih miskin). Di masa lalu, negara-negara kuat yang menjajah negara-negara miskin atau daerah sering memaksa orang-orang dari negara-negara miskin untuk bekerja sebagai budak.

Tinggalkan Balasan