Pengertian glukoneogenesis

Glukoneogenesis adalah proses merakit glukosa dengan bantuan enzim dalam tubuh. Pada sel-sel hati, enzim pertama proses glukoneogenesis adalah piruvat karboksilase yang berada pada matriks mitokondria (ingat glikolisis berlangsung di sitosol). Proses glukoneogenesis pada mikroorganisme tersebut memang berfungsi mensintesis gula heksosa dari bahan organik non-karbohidrat terutama asam piruvat, namun, proses ini bukanlah kebalikan dari glikolisis ,

Dalam menjaga kadar gula dalam darah tetap dalam jumlah yang konstan, tubuh melakukan proses glikogenesis, glikogenolisis, dan glukoneogenesis. Glukoneogenesis adalah proses dimana glukosa diproduksi di hati; proses ini dimulai dari sumber non-karbohidrat seperti asam amino atau asam laktat. “Pada masa ini, hati akan mempertahankan kadar glukosa dengan memecah cadangan glikogen menjadi glukosa atau membentuk glukosa dari protein dan lemak (glukoneogenesis),” ungkap dr Aris di sela temu media Mediabetea, di Jakarta, Selasa (20/10).

Glukoneogenesis adalah proses di mana glukosa diproduksi di hati; Proses ini dimulai dari sumber non-karbohidrat seperti asam amino atau asam laktat. Siklus Cori, yang disebut berdasarkan penemunya, Carl Cori dan Gerty Cori , adalah siklus energi yang dibentuk antara lintasan yang menghasilkan tiga senyawa yaitu asam laktat , asam piruvat dan alanina , dengan lintasan glukoneogenesis 1 Siklus Cori yang pertama ditemukan terjadi antara jaringan otot dan hati yang membentuk siklus. Glukoneogenesis adalah lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh, selain glikogenolisis, untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk menghindari simtoma hipoglisemia.

Dasar kelainan metabolisme karbohidrat; terhambatnya transport glukosa ke dalam sel, meningkatnya glikogenolisis dan glukoneogenesis serta menurunnya glikolisis. Walaupun proses glukoneogenesis ini adalah proses sintesis glukosa, namun bukan kebalikan dari proses glikolisis, karena ada tiga tahap reaksi dalam glikolisis yang tidak reversible, artinya diperlukan enzim yang lain untuk reaksi kebalikannya. Ketersediaan ATP juga mempengaruhi pengendalian reaksi timbal balik glikolisis dan glukoneogenesis, dimana jika tingkat AMP tinggi, hidrolisis yang menghasilkan energi ATP yang rendah, maka aliran darah meningkat melalui glikolisis sedangkan jika tingkat AMP rendah, aliran darah meningkat melalui glukoneogenesis.

Walaupun proses glukoneogenesis ini adalah sintesis glukosa, namun bukan kebalikan dari proses glikolisis, karena ada tiga tahap reaksi dalam glikolisis yang tidak reversible, artinya diperlukan enzim lain untuk reaksi kebalikannya. Namun, karena jumlah kedua sumber tersebut (gliserol dan asam amino) sangat terbatas untuk proses glukoneogenesis, tubuh mendapatkan sumber energi dari senyawa keton melalui proses yang disebut ketogenesis yang terjadi di hati. Glukosa darah juga berasal dari proses sintesis asam amino glukogenik dan gliserol di dalam hati, serta berasal dari propionate (pada hewan ruminansia = melalui proses glukoneogenesis).

Pengaturan Glukoneogenesis Hati dapat membuat glukosa melalui glukoneogenesis dan menggunakan glukosa melalui glikolisis sehingga harus ada suatu sistem pengaturan yang mencegah agar kedua lintasan ini bekerja serentak.Sistem pengaturan juga harus menjamin bahwa aktivitas metabolik hati sesuai dengan status gizi tubuh yaitu pembentukan glukosa selama puasa dan menggunakan glukosa saat glukosa banyak. Aris menambahkan, pada fase ini hati nantinya akan mempertahankan kadar glukosa dengan memecah cadangan glikogen menjadi glukosa atau membentuk glukosa dari protein dan lemak (glukoneogenesis). Glukoneogenesis merupakan proses pembuatan glukosa dari prekursor non karbohidrat, seperti laktat, gliserol, dan asam amino.

Glukagon, yang dirangsang oleh protein dan gula darah rendah, menyebabkan peningkatan glukoneogenesis dan penurunan glikolisis pada sel hati. Glukoneogenesis terjadi terutama pada sel hati dan pada tingkat yang lebih kecil di ginjal, dan tujuannya biasanya adalah metabolisme piruvat yang dihasilkan dari asam amino yang dideaminkan daripada piruvat yang dihasilkan dari glikolisis sebelumnya. Dalam glukoneogenesis, sel tersebut malah mengkonsumsi ATP untuk meregenerasi glukosa dari piruvat, jadi ada kehilangan energi bersih dari sel yang melakukan glukoneogenesis.

Glikolisis adalah proses catabolizing glukosa dan karbohidrat lainnya sementara glukoneogenesis adalah proses sintesis gula dan polisakarida. Glukagon, yang dirangsang oleh protein dan gula darah rendah, menyebabkan peningkatan glukoneogenesis dan penurunan glikolisis dalam sel hati.

Tinggalkan Balasan