Pengertian difusi dan osmosis

Difusi adalah proses dimana molekul bergerak dan melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain tanpa memerlukan gerakan massal. Osmosis merupakan jenis difusi, di mana pencampuran molekul melalui membran semipermeabel ke larutan yang lebih pekat dari larutan yang lebih encer. Difusi dihasilkan dalam molekul yang bergerak atau pencampuran dengan hanya menggunakan energi kinetik. Kata ‘difusi’ berasal dari kata Latin “diffundere” yang berarti “untuk menyebar”.

Dalam difusi, molekul berada dalam keadaan gerakan konstan dan ketika didorong oleh energi kinetik atau termal mereka cenderung bergaul dengan molekul lain yang mengakibatkan campuran tak terpisahkan. Mari kita mengambil pendekatan praktis, satu wadah dibagi dalam bagian A & B menggunakan pemisah yang padat; bagian pertama diisi dengan air, sedangkan bagian kedua diisi dengan pewarna merah.

Difusi
Molekul bergerak dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah sampai keseimbangan terpenuhi. Molekul terus melintasi membran pada saat kesetimbangan, tetapi pada tingkat yang sama di kedua arah.

Sekarang, ketika pemisah diangkat pewarna dan air mencoba untuk mengisi seluruh wadah. Kemudian pewarna perlahan memberikan noda-noda merah air, ini disebut difusi.

osmosis
osmosis

Difusi menyebabkan molekul bergeser dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah, sehingga terjadi pencampuran semua molekul. Difusi berhenti ketika semua molekul telah merata. Difusi tidak terbatas pada air dan bekerja terbaik dalam keadaan gas, di mana molekul memiliki lebih banyak energi dan kemampuan untuk bergaul dengan molekul lain. Ada dua pendekatan untuk difusi: fenomenologis dan atomistik.

Menurut pendekatan fenomenologis molekul melakukan perjalanan dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah. Dalam pendekatan atomistik, difusi dianggap terjadi karena berjalan acak dari partikel yang menyebar, di mana difusi tersebut didorong oleh energi panas menyebabkan mereka untuk campuran bersama-sama. Difusi memainkan peranan penting dalam menciptakan mineral, nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Osmosis adalah jenis difusi, di mana pencampuran molekul melalui membran semipermeabel ke larutan yang lebih pekat dari larutan yang lebih encer. Sebuah membran semipermeabel adalah penghalang yang hanya memungkinkan zat tertentu untuk melewati dan memblokir semua orang lain. Sebuah dinding sel adalah membran semipermeabel karena memungkinkan air dan zat tertentu yang diencerkan dalam air untuk melewatinya. Osmosis membutuhkan air agar dapat melewati membran. Pengangkutan zat ini juga untuk menyamakan konsentrasi larutan di kedua sisi membran. Osmosis juga dapat merujuk kepada proses fisik di mana pelarut bergerak melintasi membran semipermeabel, yang secara efektif memisahkan pelarut dari zat terlarut menghasilkan dua larutan yang berbeda dari konsentrasi yang berbeda. Hal ini dikenal sebagai osmosis balik.

Osmosis dibagi menjadi tiga tahap: hipotonik, isotonik dan hipertonik. Dalam hipotonik, larutan eksternal kurang terkonsentrasi daripada larutan internal, sedangkan dalam hipertonik, larutan eksternal lebih terkonsentrasi daripada larutan internal. Isotonik adalah keseimbangan yang tercapai ketika kedua larutan memiliki konsentrasi yang sama. Osmosis digunakan oleh berbagai sel dan organisme untuk mencapai kesetimbangan. Sel juga menggunakan osmosis untuk memperoleh nutrisi dan larutan berbasis air bentuk energi ke dalam sel. Membran sel bertindak sebagai bagian semipermeabel, sehingga molekul besar dan memiliki kutub, seperti ion, protein, dan polisakarida akan melewati sambil memblokir molekul non-polar dan / atau hidrofobik seperti lipid, molekul kecil seperti oksigen, karbon dioksida, nitrogen, oksida nitrat, dll permeabilitas membran sel tergantung pada kelarutan, muatan, atau kimia, serta ukuran zat terlarut.

Kata “osmosis” berasal dari kata “endosmose” dan “exosmose”, diciptakan oleh dokter Perancis RenĂ© Joachim Henri Dutrochet. Sebuah contoh praktis dari osmosis adalah sel, ketika ditempatkan dalam larutan terkonsentrasi tinggi (air garam), akan merilis air dari sel ke medium sekitarnya, sehingga menjadi menyusut. Namun, jika ditempatkan dalam larutan konsentrasi rendah seperti air segar, sel akan menyerap air dan tumbuh lebih besar. Osmosis juga cara utama pada tanaman untuk memperoleh air dan nutrisi yang diperlukan untuk kelangsungan hidup dari tanah. Proses menyerap air dari tanah adalah osmosis.

Tinggalkan Balasan