Jenis kolonialisme

Ada beberapa jenis kolonialisme. Beberapa negara yang memperluas wilayahnya menggunakan koloni Settler. Beberapa negara yang memulai sebagai koloni pemukim termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru dan Argentina. Di semua negara ini, orang-orang dari negara-negara Eropa pindah ke wilayah baru, dan memaksa orang-orang lokal) (masyarakat adat, seperti India, Maori, dll.) Untuk pindah. Ketika penduduk atau suku setempat harus pindah, itu menyebabkan banyak masalah.

Di beberapa daerah yang dijajah, para pemukim menikah dengan penduduk setempat dan memiliki anak. Contohnya adalah Meksiko, di mana orang-orang baru yang disebut mestizos berasal dari pernikahan para pemukim dan suku-suku setempat. Di daerah lain yang dijajah, para pendatang dan penduduk setempat tinggal di daerah yang terpisah, tanpa hidup bersama atau menikah. Contoh dari situasi ini adalah Aljazair Perancis (ketika Perancis menjajah negara Afrika Aljazair) atau Rhodesia Selatan.

Jenis kolonialisme lain adalah ketika negara yang kuat membangun (menetapkan) ketergantungan. Dengan ketergantungan, negara yang menjajah tidak mengirim lebih dari ribuan pemukim ke wilayah baru. Sebagai gantinya, negara jajahan membentuk administrator (organisasi pemerintahan) yang mengontrol populasi atau suku lokal (asli) yang ada. Contohnya termasuk Raj Inggris, (geraldine) di mana pemerintah Inggris mengendalikan India; Hindia Belanda, di mana Belanda mengendalikan bagian-bagian Hindia; dan kekaisaran kolonial Jepang, di mana Jepang mengendalikan wilayah Asia.

Dengan koloni perkebunan, negara kuat dan kaya menggunakan tanah negara miskin untuk bercocok tanam. Masyarakat setempat dipaksa menjadi budak dan bekerja di pertanian. Contoh-contoh koloni perkebunan meliputi Barbados, Saint-Domingue dan Jamaika.

Jenis koloni lain adalah koloni pos perdagangan. Negara-negara kaya dan berkuasa mendirikan koloni pos perdagangan sehingga akan ada wilayah di mana perdagangan, penjualan, dan bisnis dapat dilakukan. Negara-negara kaya dan berkuasa biasanya mendirikan benteng militer atau pasukan polisi untuk menegakkan aturan dan hukum negara yang menjajah. Contoh-contoh koloni perdagangan termasuk Makau, Malaka, Deshima, dan Singapura.

Tinggalkan Balasan