Apa Yang Mempengaruhi Kerja Neurotransmiter?

Mungkin aplikasi praktis terbesar untuk penemuan dan pemahaman terperinci tentang bagaimana fungsi neurotransmiter adalah pengembangan obat-obatan yang berdampak pada transmisi kimia. Obat-obatan ini mampu mengubah efek neurotransmitter, yang dapat meringankan gejala beberapa penyakit.

Agonis dan antagonis: Beberapa obat dikenal sebagai agonis dan berfungsi dengan meningkatkan efek neurotransmiter tertentu. Obat lain dan disebut sebagai antagonis dan bertindak untuk memblokir efek neurotransmisi.

Efek langsung dan tidak langsung: Obat-obatan yang bekerja neuro ini dapat lebih lanjut dipecah berdasarkan apakah mereka memiliki efek langsung atau tidak langsung. Mereka yang memiliki efek langsung bekerja dengan meniru neurotransmiter karena mereka sangat mirip dalam struktur kimia. Mereka yang memiliki dampak tidak langsung bekerja dengan bekerja pada reseptor sinaptik.

Obat-obatan yang dapat memengaruhi transmisi neurot termasuk obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit termasuk depresi dan kecemasan, seperti SSRI, antidepresan trisiklik, dan benzodiazepin.

Obat-obatan terlarang seperti heroin, kokain, dan ganja juga memiliki efek pada neurotransmisi. Heroin bertindak sebagai agonis kerja langsung, meniru opioid alami otak cukup untuk merangsang reseptor terkait mereka. Kokain adalah contoh obat yang bekerja tidak langsung yang mempengaruhi transmisi dopamin.
Mengidentifikasi Neurotransmitter

Identifikasi aktual dari neurotransmitter sebenarnya bisa sangat sulit. Sementara para ilmuwan dapat mengamati vesikel yang mengandung neurotransmitter, mencari tahu bahan kimia apa yang disimpan dalam vesikel tidak begitu sederhana.

Karena itu, ahli saraf telah mengembangkan sejumlah pedoman untuk menentukan apakah bahan kimia harus didefinisikan sebagai neurotransmitter:

  • Bahan kimia harus diproduksi di dalam neuron.
  • Enzim prekursor yang diperlukan harus ada di neuron.
  • Harus ada cukup bahan kimia untuk benar-benar memiliki efek pada neuron postsinaptik.
  • Bahan kimia harus dilepaskan oleh neuron presinaptik, dan neuron postsinaptik harus mengandung reseptor yang akan diikat oleh bahan kimia tersebut.
  • Harus ada mekanisme reuptake atau enzim yang menghentikan aksi kimiawi.

Tinggalkan Balasan