Apa Karakteristik makhluk hidup

Makhluk hidup mengacu pada organisme apa pun yang menunjukkan karakteristik hidup. Apa yang memisahkan makhluk hidup dari makhluk tak hidup adalah karakteristik berikut:

Makhluk hidup adalah struktur yang teratur.

Ini dapat berupa sel tunggal seperti sel bakteri, atau multiseluler seperti hewan dan tumbuhan yang terdiri dari beberapa sel. Sel adalah unit biologis dasar suatu organisme. Berbagai proses seluler dilakukan oleh sel dengan cara yang terencana dan tersistematisasi. Sel terdiri dari protoplasma yang dikelilingi oleh membran plasma. Struktur sitoplasmik (mis. Organel), masing-masing dengan peran dan fungsi tertentu, tertanam dalam sitosol sel.

Makhluk hidup membutuhkan energi untuk bertahan hidup.

Energi sangat penting karena memicu berbagai aktivitas metabolisme sel. Salah satu cara organisme mensintesis energi adalah dengan fotosintesis di mana energi cahaya diubah menjadi energi kimia. Yang lain adalah melalui respirasi seluler di mana energi biokimia dipanen dari zat organik (mis. Glukosa) dan, kemudian, disimpan dalam biomolekul pembawa energi seperti ATP untuk digunakan nanti.

Makhluk hidup mampu bereproduksi.

Ada dua cara dimana makhluk hidup dapat mereproduksi salinan dirinya: reproduksi seksual dan reproduksi aseksual. Dalam reproduksi seksual, sel-sel kelamin laki-laki dan perempuan dari kedua orang tua bersatu dan membentuk zigot yang pada akhirnya akan berkembang menjadi makhluk jenis mereka sendiri. Sebaliknya, reproduksi aseksual adalah mode reproduksi yang tidak melibatkan sel-sel kelamin. Keturunannya hanya berasal dari satu orangtua. Contohnya termasuk pembelahan biner, tunas, perbanyakan vegetatif, sporogenesis, fragmentasi, partenogenesis, apomixis, dan embrioni nucellar.

Makhluk hidup dapat tumbuh berkembang.

Pada tingkat seluler, pertumbuhan dapat merujuk pada peningkatan jumlah atau peningkatan ukuran. Peningkatan jumlah sel melalui pembelahan sel. Sel-sel induk hewan dan sel-sel meristematik tumbuhan membelah untuk memunculkan sel-sel baru. Adapun peningkatan ukuran sel, sering dikaitkan dengan peningkatan massa sitoplasma. Sel mengalami serangkaian fase dalam siklus sel.

Sebagian besar waktu, sel baru yang diproduksi oleh mitosis mengalami interfase. Ini adalah fase dalam siklus sel di mana sel tumbuh dalam ukuran. Kecuali jika sepenuhnya terdiferensiasi, sel dapat mereplikasi DNA-nya untuk mempersiapkan pembelahan sel berikutnya. Pada tanaman, sel-sel baru meningkatkan volumenya dengan mengambil dan menyimpan air di dalam vakuola. Beberapa sel tanaman menumbuhkan dinding sel sekunder antara dinding sel primer dan membran plasma.

Pada tingkat jaringan, pertumbuhan tanaman vaskular terdiri dari dua jenis: primer dan sekunder. Pertumbuhan primer memerlukan pertumbuhan vertikal dengan xilem primer terbentuk dari prokambium sedangkan pertumbuhan sekunder dikaitkan dengan pertumbuhan lateral yang disebabkan oleh pembentukan xilem sekunder dari kambium vaskuler.

Dalam bentuk hewan tingkat tinggi, pertumbuhan jaringan mengikuti pola dan ditentukan secara genetis. Kapasitas regenerasi tidak terbatas seperti pada tanaman. Tingkat regenerasi bervariasi di antara spesies. Misalnya, salamander dapat meregenerasi mata baru atau anggota tubuh baru sedangkan manusia tidak bisa. Namun demikian, manusia juga mampu meregenerasi bagian-bagian tertentu dari tubuh mereka, seperti kulit dan bagian hati.

Makhluk hidup memetabolisme.

Metabolisme mengacu pada berbagai proses yang bertanggung jawab untuk menjaga keadaan hidup sel atau organisme. Contoh dari mereka yang terlibat dalam pertumbuhan sel, respirasi, reproduksi, respons terhadap rangsangan, rezeki, sintesis biomolekul, eliminasi limbah, dan proses homeostatis lainnya. Ada dua bentuk metabolisme: katabolisme dan anabolisme. Dalam katabolisme, makhluk hidup melakukan reaksi kimia degradatif yang mengarah pada pemecahan molekul kompleks menjadi unit yang lebih kecil dan memperoleh energi yang dilepaskan dari proses. Dalam anabolisme, reaksi kimia berbasis energi membangun molekul dari unit yang lebih kecil.

Makhluk hidup merespons rangsangan dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Itu dapat mendeteksi perubahan di lingkungan, terutama oleh sel-sel yang berfungsi sebagai reseptor. Misalnya, manusia memiliki lima indera mendasar: penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, dan rasa. Indera lain adalah indera vestibular (mendeteksi gerakan tubuh, arah, dan percepatan), indera termoksi, indera kinestetik (mendeteksi posisi bagian tubuh), indera internal (interoception), dan sebagainya. Selain mendeteksi perubahan di sekitarnya, ia juga dapat beradaptasi dengan perubahan ini.

Makhluk hidup bergerak.

Karena makhluk hidup dapat mendeteksi rangsangan dari lingkungannya, ia dapat merespons sesuai dengannya. Sebagai contoh, hewan bergerak mencari makan, melarikan diri dari pemangsa, dan mencari pasangan potensial. Sementara hewan dapat bergerak sesuka hati, tanaman memiliki bentuk gerakan yang agak terbatas, disebut sebagai gerakan nasti (mis. Thigmonasty, nyctinasty).

Makhluk hidup bisa mati.

Makhluk hidup memiliki kehidupan dan akhirnya hidup ini berakhir. Senescence mengacu pada penuaan biologis. Itu adalah ketika makhluk hidup berangsur-angsur memburuk selama hidupnya. Organisme secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk berfungsi dan mengatasi stresor. Karena itu, ia menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan disfungsi. Pada tingkat sel, sel tidak lagi membelah meskipun mungkin masih aktif secara metabolik. Salah satu penyebab alami penuaan seluler adalah pemendekan telomer yang menyebabkan kerusakan DNA. Sebaliknya, beberapa makhluk hidup dianggap abadi karena mereka tampaknya menghindari kematian. Contohnya termasuk ubur-ubur Turritopsis doohmii yang dapat membalikkan usia, cacing pipih yang mengalami regenerasi, dan tardigrades yang tampaknya tidak dapat dihancurkan.

Tinggalkan Balasan