Adaptasi Predator untuk mengimbangi mangsa

Predator juga beradaptasi untuk mengimbangi adaptasi mangsanya. Predator dapat menggunakan kamuflase untuk bersembunyi dari mangsa dan melakukan serangan mendadak, yang dapat membantu mereka menangkap mangsanya dan menghindari pertahanan berbahaya yang mungkin dimiliki mangsa.

Banyak predator, terutama predator besar di tingkat trofik yang lebih tinggi, mengembangkan kecepatan dan kekuatan yang superior bersama dengan adaptasi mekanis lainnya yang memungkinkan mereka untuk mengambil alih mangsa mereka. Ini dapat mencakup evolusi “alat” yang membantu mereka mengatasi pertahanan mekanis dan kimia seperti kulit yang lebih tebal, gigi yang tajam, cakar yang tajam dan banyak lagi.

Adaptasi kimia juga ada pada predator. Alih-alih menggunakan racun, dan adaptasi kimia lainnya sebagai pertahanan, banyak yang akan menggunakan adaptasi ini untuk tujuan pemangsaan. Ular berbisa, misalnya, menggunakan racunnya untuk menjatuhkan mangsanya.

Predator juga dapat mengembangkan adaptasi kimia yang memungkinkan mereka untuk mengatasi pertahanan kimiawi mangsa mereka. Misalnya, Asclepias adalah tanaman beracun bagi hampir semua herbivora dan omnivora. Namun, kupu-kupu dan ulat raja hanya makan gulma dan telah berevolusi menjadi tidak terpengaruh oleh racun. Faktanya, ini juga memberi mereka pertahanan kimiawi karena racun Asclepias yang menyerang kupu-kupu membuatnya tidak disukai oleh predator.

Tinggalkan Balasan