Pengertian Pithecanthropus

Pithecanthropus adalah hominin yang punah yang diketahui dari sisa-sisa fosil ditemukan di Jawa pada tahun 1891 dan awalnya bernama Pithecanthropus erectus karena dianggap mewakili spesies yang berevolusi antara manusia dan kera bukan manusia. Pithecanthropus sekarang diklasifikasikan sebagai Homo erectus. Kadang-kadang disebut sebagai manusia Jawa.

  • Ada celah besar untuk dijembatani antara antropoid tertinggi dan manusia terendah, dan banyak kepentingan telah dikaitkan dengan penemuan primata yang punah, Pithecanthropus, yang telah dianggap sebagai “mata rantai yang hilang”.
  • Fakta paling menonjol dalam sejarah geologi kepulauan adalah penemuan di Jawa tentang sisa-sisa fosil Pithecanthropus erectus, suatu bentuk peralihan antara kera tinggi dan manusia.
  • Sisa-sisa ini, dirujuk oleh penemu mereka ke perantara hewan antara manusia dan kera, yang ia beri nama Pithecanthropus erectus, tetapi diskusi menarik tentang subjek tersebut menunjukkan perbedaan pendapat di antara para ahli anatomi.
  • Keberadaan manusia di masa geologis yang terpencil sekarang tidak dapat dipertanyakan, tetapi, meskipun banyak usaha yang dilakukan di daerah-daerah yang mungkin, tidak ada tulang, kecuali orang-orang dari Pithecanthropus yang banyak dibahas, telah ditemukan yang dapat dianggap sebagai menjembatani jurang pemisah antara manusia dan ciptaan tingkat rendah.

Pithecanthropus mojokertensis ini ditemukan oleh seorang ahli sejarah yang bernama Ralph Von Koenigswald yang sebenarnya manusia purba jenis ini seringkali disebut manusia purba jenis pithecanthropus robustus yang artinya manusia kera yang sangat kuat, penemuan fosil ini disekitar tahun 1936 sampai 1941, namun tepatnya ditahun 1936 fosil pithecanthropus ini diemukan pada awalnya yang berupa fosil tengkorak anak – anak yang berada di daerah mojokerto.

Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois , pimpinan tim yang sukses menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun 1891 Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki manfaat manusia-kera yang dapat berdiri. G.H.R. Von Koeningswald, Oppenorth, dan Ter Haar pada sekitar tahun 1931-1934 mengadakan penelitian di Lembah Sungai Bengawan Solo dan penemuan pertama di Ngandong(Blora) adalah fosil Pithecanthropus Soloensis artinya manusia kera dari Solo, kemudian ditemukan juga jenis Pithecanthropus di Sangiran yang diperkirakan hidup pada 900.000 sampai 200.000 tahun yang lalu diperkirakan terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Cina. Pengertian Pithecanthropus

Fosilnya ditemukan di Sangiran tahun 1939 oleh Koenigswald menyebutnya dengan nama Pithecanthropus moj okertensis,penemuannya pada lapisan P(eistosen Bawah yang ditemukan di Mojokerto antara tahun 1936- 1941.Pithecanthropus mojokertensis artinya manusia kera dari Mojokerto.Fosilnya berupa tengkorak anak berumur 5 tahun.

Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang berdiri tegak. Secara tipologi dalam sejarah pithecanthropus mojokertensis ini ditemukan pada lapisan pucangan atau lapisan bawah dan juga pada lapiasan kabuh, umur dari fosil yang telah ditemukan diperkirakan bahwa manusia purba jenis pithecanthropus mojokertensis ini hidup pada 30. 000 hingga dua juta tahun yang lalu. Selain itu ditemukan juga fosil tengkorak anak berumur sekitar 5 tahun di daerah Mojokerto oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 – 1941 yang kemudian dikenal dengan nama Pithecanthropus mojokertensis atau manusia kera dari Mojokerto.

Fosil manusia purba Pithecanthropus Soloensis ditemukan oleh von Koenigswald dan Openorth di Ngandong dan Sangiran, di tepi Bengawan Solo, antara tahun 1931 – 1933. Pengertian Pithecanthropus Mojokertensis adalah jenis fosil manusia purba yang diselidiki oleh Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald pada tahun 1936 – 1941 di Mojokerto, Jawa Timur. Selain itu ditemukan juga fosil tengkorak anak berumur sekitar 5 tahun di daerah Mojokerto oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 – 1941 yang kemudian dikenal dengan nama Pithecanthropus mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto).

Terdapat tiga jenis manusia Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia, yaitu Pithecanthrophus erectus, Pithecanthropus mojokertensis, dan Pithecanthropus soloensis. Pithecanthropus Erectus adalah jenis manusia purba Indonesia yang fosilnya pertama kali ditemukan dalam kebudayaan masyarakat modern. Sejarah Pithecanthropus erectus – Manusia purba yang sering disebut Java Man (Manusia Jawa) ini merupakan Manusia purba dari jenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan.

Dengan volume otak mencapai 1300cc, von Koenigswald mengambil kesimpulan bahwa manusia purba jenis ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus. Mengingat fosil ini juga ditemukan di lapisan Pleistosen bawah, Von Koenigswald menganggap bahwa fosil ini masih sejenis dengan Pithecanthropus Mojokertensis.

Pengertian Pithecanthropus
Pengertian Pithecanthropus 1

Pithecanthropus adalah hominin yang punah yang diketahui dari sisa-sisa fosil ditemukan di Jawa pada tahun 1891 dan awalnya bernama Pithecanthropus erectus

Editor's Rating:
5

Tinggalkan Balasan