Pengertian Keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati adalah keragaman di antara organisme hidup dari semua sumber, termasuk ekosistem darat, laut, dan perairan lainnya dan kompleks ekologi tempat mereka menjadi bagian; ini termasuk keanekaragaman di dalam spesies, antar spesies, dan ekosistem.

  • Keanekaragaman hayati membentuk dasar dari beragam jasa ekosistem yang secara kritis berkontribusi pada kesejahteraan manusia.
  • Keanekaragaman hayati penting dalam ekosistem yang dikelola manusia dan juga alam.
  • Keputusan yang diambil manusia yang memengaruhi keanekaragaman hayati memengaruhi kesejahteraan diri sendiri dan orang lain.
  • Keanekaragaman hayati memiliki tingkatan antara lain adalah (a) Keanekaragaman hayati tingkat Gen, merupakan variasi genetik dalam satu spesies, dalam hal ini masing-masing individu dalam satu populasi individu dalam satu populasi memiliki perbedaan genetik yang diakibatkan oleh perbedaan kromosom dan unik gen dari induk,
  • (b) Keanekaragaman hayati tingkat Spesies merupakan keanekaragaman hayati yang mencakup tentang spesies-spesies yang ditemuka dimuka bumi ini baik itu hewan, tumbuhan dan mikroorganisme,
  • (c) Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem merupakan komunitas biologi yang berbeda serta asosiasinya dengan lingkungan tempat mereka masing-masing hidup dan tinggal.

Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati didasari pemikiran bahwa keberadaan spesies-spesies tumbuhan dalam hutan sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan manusia dan ekosistem di sekitarnya. 15 Definisi Wilcox adalah “Keanekaragaman hayati adalah berbagai bentuk kehidupan.. di semua tingkat sistem biologis (yaitu, molekul, organismic, populasi, spesies dan ekosistem)..”.

  • Tahun 1992 PBB KTT Bumi didefinisikan “keanekaragaman hayati” sebagai “variabilitas antara organisme hidup dari semua sumber, termasuk, ‘antara lain’, darat, laut, dan ekosistem air lainnya, dan kompleks ekologi yang mereka adalah bagian: ini termasuk keragaman di dalam spesies, antara spesies dan ekosistem “. 16 Definisi ini digunakan dalam Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati.
  • Menggunakan keanekaragaman hayati dalam berkehidupan jauh lebih baik apabila dengan bijak, dalam rangka mendukung program dunia dalam menjaga pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SGDs) sumber daya alam hayati menjadi pilihan yang sangat tepat apalagi Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang beragam.
  • Keanekaragaman hayati adalah kekayaan atau bentuk kehidupan di bumi, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, maupun ekosistem, serta proses-proses ekologi yang dibangun menjadi lingkungan hidup (Primak et al dalam 1998 dalam Kuswanda 2009). Etika konservasi pendukung pengelolaan s sumber daya alam untuk tujuan mempertahankan keanekaragaman hayati dalam spesies , ekosistem, proses evolusi, dan budaya manusia dan masyarakat.
  • Wakil Menteri Administrasi Kehutanan Nasional Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Mr. Zhang Yongli dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) membuka Talk Show dalam rangka Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2019 di yang diselenggarakan di Gedung Manggala Wanabakti, KLHK, Jakarta, Senin (20/05/2019).

Sudah seharusnya menjaga sumber daya alam hayati tidak sepatutnya hanya pada konservasi saja, lingkungan sekitar juga sudah seharusnya kita jaga sesuai dengan peruntukannya, dengan terjaganya lingkungan maka terjaga pula kehidupan manusia. Sistem adat dan lokal masyarakat dirasa sangat mumpuni dalam hal menjaga sumber daya alam hayati tumbuhan maupun hewan yang diharapkan dapat menjadi contoh, tidak jarang dari pada ulah akibat manusia menjadikan bencana dengan rusaknya ekosistem karena hilangnya sebuah keanekargaman hayati yang telah diberikan tuhan kepada manusia. Potensi Indonesia sebagai sumber keanekaragaman hayati terhampar luas, menempati posisi papan atas dalam hal sumber daya hayati yang juga menjadi sumber daya alternatif bagi kehidupan manusia.

“Jika ingin biodiversitas mendukung pangan dan kesehatan, maka menjaga sistem ekosistemnya dulu itu yang penting,” ujar Laksmi Dhewanti, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bidang Industri dan Perdagangan Internasional sekaligus Wakil Presiden UNEA-5 dalam Talk Show Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2019 di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Senin (20/05/2019).

Dalam keanekaragaman hayati tingkat gen, peningkatan dapat terjadi lewat persilangan alias hibridisasi antarorganisme atau spesies dengan sifat berbeda serta pembudidayaan hewan dan tumbuhan liar oleh manusia alias domestikasi. “Jika salah satu jenis dihapus dari sistem, siklus dapat mengurai, dan masyarakat menjadi didominasi oleh satu spesies.” 86 Saat ini, sebagian besar ekosistem yang terancam ditemukan di air tawar, menurut Millennium Ecosystem, Penilaian 2005 yang dikonfirmasikan oleh “Penilaian Air Tawar Hewan Ika”, yang diselenggarakan oleh platform keanekaragaman hayati, dan Institut Prancis de pour le Développement halus (MNHNP ). 87.

42 43 44 Masalah ini terkait erat dengan isu perubahan iklim, 45 karena banyak risiko kesehatan mengantisipasi perubahan iklim berhubungan dengan perubahan dalam keanekaragaman hayati (misalnya perubahan pada populasi dan distribusi vektor penyakit, kelangkaan air bersih, dampak pada pertanian keanekaragaman hayati dan sumber makanan dll)

Hal ini karena spesies yang paling mungkin adalah mereka yang hilang penyangga terhadap penularan penyakit menular, sedangkan spesies yang masih hidup cenderung menjadi orang-orang yang meningkatkan penularan penyakit, seperti yang dari West Nile Virus, Lyme penyakit dan hantavirus, menurut sebuah penelitian yang dilakukan bersama -ditulis oleh Felicia Keesing, dan ekologi di Bard College, dan Drew Harvell, associate director untuk Lingkungan dari Pusat Atkinson untuk Masa Depan yang Berkelanjutan (ACSF) di Cornell University.

Keanekaragaman hayati adalah sumber yang paling berharga milik alam dan pemetaan bagaimana hal ini disebarkan adalah tahap krusial dalam konservasi ekosistem dan kehidupan di Antartika. Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat keanekaragaman hayati karena pembahasan rancangan undang-undang perubahan UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (RUU KSDAHE) belum menjadi prioritas utama bagi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) hingga saat ini.

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2019 bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menyebarkan kesadaran tentang ketergantungan sistem pangan, nutrisi, dan kesehatan kita pada keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sehat,” kata Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) saat membuka Talk Show dalam rangka Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2019 di yang diselenggarakan di Gedung Manggala Wanabakti, KLHK, Jakarta, Senin (20/05/2019).

Berbagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati di lokasi tambang telah menerapkan standar pengawasan ketat mencakup pembukaan lahan, survei spesies flora dan fauna sebelum pembukaan lahan, proteksi terhadap jalur air alami, pelarangan pemburuan atau penangkapan hewan, dan rencana rehabilitasi area terdampak pasca tambang untuk membentuk kembali ekosistem hutan yang sesuai dengan habitat fauna lokal di Hutan Batangtoru. Indonesia sebagai negeri zamrud khatulistiwa memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan telah banyak memberikan manfaat pada semua aspek kehidupan bumi khususnya manusia.

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2019 bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menyebarkan kesadaran tentang ketergantungan sistem pangan, nutrisi, dan kesehatan kita pada keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sehat,” ujar Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) saat membuka Talk Show dalam rangka Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2019. Hal itu dikemukakan Kasubid Sumber Daya Genetika Dr Moh Haryono mewakili Direktur konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada peringatan hari Kehati 2019 di Makassar, Rabu. Kasubid Sumber Daya Genetika Dr Moh Haryono mewakili Direktur konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada peringatan hari Kehati 2019 di Makassar, Rabu (22/05/2019).

Pengertian Keanekaragaman hayati
Pengertian Keanekaragaman hayati 1

Keanekaragaman hayati adalah keragaman di antara organisme hidup dari semua sumber, termasuk ekosistem darat, laut, dan perairan lainnya dan kompleks ekolo

Editor's Rating:
5

Tinggalkan Balasan