18 Perbedaan antara Endotoksin dan Eksotoksin

Racun mikroba adalah zat berbahaya yang diproduksi oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk meningkatkan patogenisitas dan proses penyebab penyakit. Racun mikroba biasanya menghancurkan jaringan inang dan memfasilitasi infeksi dengan melumpuhkan sistem imun inang.

Penyakit yang dihasilkan dari toksin spesifik dilambangkan sebagai ‘Intoksikasi’. Toksin adalah zat yang mengubah metabolisme normal sel inang dengan efek merusak. Istilah ‘Toxemia’ mengacu pada kondisi yang disebabkan oleh racun yang telah memasuki aliran darah inang. Racun yang dihasilkan oleh bakteri dikategorikan ke dalam dua kategori utama: (1) Endotoksin dan (2) Eksotoksin.

Pengertian Endotoksin

Endotoksin adalah lipopolisakarida ayang hadir pada membran luar dinding sel bakteri Gram-negatif yang, dalam keadaan tertentu, menjadi beracun bagi inang spesifik. Lipopolisakarida disebut Endotoksin karena mereka terikat pada bakteri dan mereka dilepaskan hanya ketika sel-sel bakteri melisiskan.

Pengertian Eksotoksin

Eksotoksin adalah zat umumnya labih terhadap panas, beracun berprotein yang dilepaskan oleh beberapa bakteri ke sekitarnya. Sebagian besar eksotoksin diproduksi oleh bakteri Gram-positif. Beberapa bakteri Gram-negatif juga dapat menghasilkan eksotoksin. Eksotoksin adalah zat yang paling mematikan dan beracun yang diketahui; mereka beracun bahkan dalam konsentrasi nanogram per kilogram. Kondisi patogen yang mematikan seperti Botulisme, Difteri, Tetanus, Kolera, Anthrax, Pertusis dll. Disebabkan oleh bakteri eksotoksin.18 Perbedaan antara Endotoksin dan Eksotoksin 1

tabel Perbedaan antara bakteri Endotoksin dan Eksotoksin

No. Endotoksin Eksotoksin
1 Endotoksin adalah lipopolisakarida (LPS) Eksotoksin adalah protein
2 Endotoksin tidak disekresikan oleh bakteri, mereka tetap melekat pada sel bakteri Eksotoksin secara aktif disekresi ke dalam media eksternal oleh sel-sel bakteri
3 Lisis sel diperlukan untuk pelepasan endotoksin Lisis sel tidak diperlukan untuk pelepasan eksotoksin
4 Diproduksi oleh bakteri Gram-negatif Diproduksi biasanya oleh bakteri Gram-positif. (beberapa oleh bakteri Gram-negatif)
5 Gen-gen untuk produksi endotoksin terletak pada kromosom bakteri Gen-gen untuk produksi eksotoksin terletak pada plasmid genom bakteriofag
6 Endotoksin stabil terhadap panas Eksotoksin adalah labil panas
7 Endotoksin tetap aktif bahkan pada suhu 100oC Eksotoksin biasanya hancur melebihi 60oC
8 Endotoksin memediasi toksisitas pada inang melalui interleukin dan Tumor Necrosis Factor Eksotoksin memediasi toksisitas dalam inang oleh sebagian besar mekanisme mirip enzim.
9 Efek endotoksin tidak spesifik Efek dari eksotoksin spesifik
10 Endotoksin tidak memiliki afinitas terhadap jaringan tertentu. Eksotoksin menunjukkan afinitas terhadap jaringan spesifik inang
11 Biasanya tidak ada reseptor spesifik untuk entri endotoksin. Eksotoksin biasanya menggunakan reseptor spesifik untuk masuk ke dalam sel inang
12 Endotoksin hanya mematikan dalam jumlah besar Eksotoksin mematikan dalam jumlah yang sangat kecil (bahkan mematikan dalam ng / kg)
13 Endotoksin bersifat antigenik buruk Eksotoksin sangat antigenik
14 Endotoksin tidak dapat dinetralkan oleh antibodi Eksotoksin dapat dinetralkan oleh antibodi
15 Tidak ada vaksin efektif yang tersedia melawan endotoksin Vaksin yang efektif tersedia untuk melawan eksotoksin
16 Endotoksin tidak dikonversi menjadi toksoid * Eksotoksin dikonversi menjadi toksoid
17 Menghasilkan demam pada inang Biasanya, jangan menghasilkan demam
18 Penyakit yang disebabkan oleh endotoksin: sepsis bakteri Gram-negatif, meningococcemia Penyakit yang disebabkan oleh eksotoksin: Botulisme, Difteri, Tetanus, Kolera, Anthrax, Pertusis
18 Perbedaan antara Endotoksin dan Eksotoksin
18 Perbedaan antara Endotoksin dan Eksotoksin 2

Racun mikroba adalah zat berbahaya yang diproduksi oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk meningkatkan patogenisitas dan proses penyebab penya

Editor's Rating:
5

Tinggalkan Balasan