Kandung kemih – Pengertian, fungsi dan penyakit

Kandung kemih adalah organ yang ada di beberapa spesies hewan yang menyimpan urin, dikirim oleh ginjal melalui dua ureter, sebelum buang air kecil melalui uretra. Kandung kemih manusia merupakan organ berongga, berotot, dan terletak di dasar panggul. Kandung kemih tersusun secara struktural dari fundus yang luas, badan, puncak, dan leher.

Ada tiga lubang, masing-masing tertutup oleh lapisan mukosa yang mencegah aliran balik urin ke ureter. Posisi anatomi kandung kemih berbeda antara pria dan wanita. Pada pria, kandung kemih berada di depan rektum, sedangkan pada wanita, itu ditempatkan di depan rahim. Dinding kandung kemih sangat elastis, membentang dari sekitar 5 mm hingga kurang dari 3 mm karena lipatan yang disebut rugae, yang menutupi dinding bagian dalam. Diagram kandung kemih disajikan di bawah ini:

Kandung Kemih
Kandung Kemih

Fungsi Kandung Kemih

Fungsi kandung kemih adalah untuk mengumpulkan dan menyimpan urin dari ginjal sampai dapat dikeluarkan melalui buang air kecil. Kandung kemih manusia yang umum dapat menyimpan rata-rata 300 mL hingga 500 mL urin. Seperti dijelaskan di atas, kandung kemih sangat elastis dan mampu menampung peningkatan volume cairan karena perataan lipatan rugae. Buang air kecil tidak dikontrol oleh kandung kemih, melainkan pusat miksi pontine di otak.

Penyakit Kandung Kemih

Ada beberapa penyakit pada kandung kemih. Gejala khas penyakit kandung kemih termasuk sering buang air kecil, sakit, pengosongan tidak lengkap, dan iritasi. Kadang-kadang, penyakit pada jaringan atau organ lain dapat memengaruhi kandung kemih. Misalnya, pembesaran prostat dapat menyebabkan sering buang air kecil. Berikut ini adalah beberapa patologi yang paling umum dari kandung kemih:

Kanker kandung kemih

Jenis kanker kandung kemih yang paling umum adalah kanker yang berasal dari lapisan epitel kandung kemih. Ini ditunjukkan oleh fakta bahwa sekitar 90% dari semua kanker kandung kemih adalah karsinoma. Penyebab kanker kandung kemih yang paling mungkin dikarenakan obat, paparan asap rokok, dan infeksi.

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah kejadian umum yang bisa parah dan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang utama. Infeksi saluran kemih disebabkan oleh infeksi bakteri di kandung kemih, biasanya disebabkan oleh bakteri yang melakukan perjalanan ke uretra dan masuk ke kandung kemih. Infeksi saluran kemih sangat berbahaya bila tidak diobati, karena infeksi dapat berkembang dari kandung kemih ke ginjal. Gejala umum termasuk sensasi terbakar saat buang air kecil, urin berbau keruh dan / atau berbau busuk, dan seringnya keinginan untuk buang air kecil, meskipun sedikit air seni yang dikeluarkan.

Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih adalah endapan keras yang terdiri dari mineral yang ditemukan di kandung kemih yang disebabkan oleh dehidrasi dan urin yang sangat pekat yang berada di kandung kemih. Batu kandung kemih dapat bervariasi dalam ukuran dan biasanya tanpa gejala. Gejala umum biasanya nyeri, darah dalam urin, dan iritasi. Sinar-X (ditunjukkan di bawah), ultrasound, dan CT scan biasanya digunakan untuk mengidentifikasi batu kandung kemih.

Batu Kandung Kemih
Batu Kandung Kemih

Kandung Kemih Neurogenik

Kandung kemih neurogenik adalah jenis gangguan otak yang berdampak pada kemampuan seseorang untuk buang air kecil. Karena saraf perifer yang terlibat dalam buang air kecil dipengaruhi, buang air kecil biasanya dibantu dengan kateter. Pasien sering perlu menggunakan kateterisasi intermiten beberapa kali sehari untuk mengosongkan kandung kemih mereka.

Exstrofi Kandung Kemih

Exstrofi kandung kemih adalah kelainan bawaan yang melibatkan penonjolan kandung kemih melalui dinding perut. Kondisi ini sangat jarang dan sering disertai dengan perkembangan abnormal pada dasar panggul dan otot lainnya, serta alat kelamin, terutama pada wanita.

Dissynergia kandung kemih

Dissynergia kandung kemih mengacu pada suatu kondisi di mana sfingter uretra tidak dapat rileks dalam koordinasi dengan kontraksi kandung kemih. Dissynergia kandung kemih biasanya disebabkan oleh cedera atau kelainan sistem saraf pusat. Pasien sering mengalami retensi urin dan riwayat infeksi kandung kemih.

Paruresis

Parauresis mengacu pada fobia yang melibatkan ketidakmampuan untuk buang air kecil karena kehadiran atau persepsi kehadiran orang lain. Parauresis disebabkan oleh respons sistem saraf simpatis yang mengencangkan sphincter di kandung kemih sebagai respons terhadap adrenalin, sehingga mencegah buang air kecil. Parauresis biasanya membutuhkan terapi psikologis sebagai pengobatan.

Trigonitis

Trigonitis adalah suatu kondisi yang melibatkan peradangan pada kandung kemih. Secara khusus, daerah trigonum kandung kemih adalah daerah berbentuk segitiga yang halus dan menandakan perlunya buang air kecil sebagai respons terhadap peregangan. Meskipun ada beberapa penyebab trigonitis, infeksi kandung kemih adalah penyebab yang paling umum.

Sistitis Interstitial

Sistitis interstitial adalah suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri kandung kemih kronis. Sementara penyebab spesifik sistitis interstitial tidak diketahui, pasien menunjukkan kerusakan pada lapisan epitel kandung kemih. Pasien sering mengalami keinginan untuk buang air kecil, sering buang air kecil, dan rasa sakit. Karena gejalanya sangat mirip dengan infeksi saluran kemih, kultur urin negatif biasanya digunakan untuk diagnosis.

Retensi urin

Retensi urin adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak dapat sepenuhnya mengosongkan kandung kemih. Gejalanya meliputi tekanan yang buruk saat buang air kecil, sensasi kandung kemih penuh, dan berusaha untuk buang air kecil. Kondisi ini dianggap darurat karena kandung kemih bisa pecah jika tidak ditangani. Meskipun ada berbagai penyebab, perawatan seringkali melibatkan kateterisasi dan dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan.

Loading...