Apa Yang Menyebabkan Gerak Nasti Pada Mimosa Pudica (Putri Malu)

Mimosa Pudica (Putri Malu)

Gerak nasti adalah gerakan yang dipengaruhi oleh adanya rangsangan dari lingkungan luar, seperti halnya rangsangan sentuhan.  Tumbuhan putri malu dikenal dengan tumbuhan yang memiliki respon yang cukup cepat terhadap rangsangan dari lingkungan luar.

Tumbuhan putri malu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan tumbuhan lainnya, dimana tingkat gerakan respon tumbuhan ini sangatlah cepat. Respon terhadap rangsangan yang berupa sentuhan, tiupan, ataupun panas dapat menyebabkan tanaman ini segera bergerak untuk menutupkan daunnya.

Selain itu, rangsangan ini juga bisa dirasakan oleh daun lain yang tidak ikut tersentuh, namun ia juga ikut menutupkan daunnya. Gerakan respon untuk menutup daunnya ini sering dilakukan oleh putri malu jika ia mendapat rangsangan  ini disebut sebagai gerak Nasti.

Selain itu, gerak nasti juga merupakan gerakan tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Sehingga, arah gerakan pertumbuhan jenis tanaman ini tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerakan nasti yang ada pada tumbuhan putri malu ini disebabkan karena adanya aliran air yang bergerak menjaudi daerah sentuhan.

Mimosa Pudica (Putri Malu)
Mimosa Pudica (Putri Malu)

Pergerakan aliran ini membuat kadar sel penggerak di daerah yang disentuh mengalami penurunan, sehingga menyebabkan tekanan turgolnya mengecil. Selain itu, gerakan tanaman putri malu yang seoah—olah menjadi layu ketika disnetuh ini juga disebabkan karena hilangnya tugor dalam sel pulvinnus, dimana pulvinus merupakan organ penggerak tumbuhan yang berada di tulang daun.

Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gerak nasti pada mimosa pudica atau putri malu. Gerak nasti ini juga berfungsi untuk melindungi tanaman putri malu ini dari serangan pemangsa yang ingin memakannya. Dengan adanya gerakan seolah-olah layu dan berwana pucat ini, menunjukkan bahwa tanaman ini  telah mati dan pemangsanya tidak lagi berminat untuk memangsanya.

Hal ini tentunya menjadi sebuah perlindungan diri dari tumbuhan putri malu itu sendiri agar ia bisa terus bertahan hidup dan terhindar dari serangan pemangsa. Setalah beberapa saat mengatupkan daunnya, tekanan turgose yang ada pada tumbuhan putri malu akan kembali dalam keadaan normal sedikit demi sedikit dengan diikuti oleh pergerakan yang dilakukan oleh batang dan daunnya yang mekar seperti sebelumnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *