Ciri-Ciri Zaman Arkaekum

Zaman Arkaekum

Sebelum dunia mengalami peradaban yang begitu pesat seperti sekarang ini, bumi telah melalui berbagai proses yang sangat panjang. Jauh sebelum manusia berkembang seperti sekarang ini, terdapat zaman prasejarah yang kembali dibagi menjadi beberapa bagian.

Salah satunya adalah zaman arkaekum. Zaman arkaekum sendiri merupakan pembagian zaman yang tertua, dan zaman ini berlangsung selama 2.500 juta tahun lamanya. Bahkan, pada zaman ini bumi masih mengalami pembentukan awal, dan batuan pada kerak bumi pun baru dimulai.

Zaman ini bisa dipelajari saat ini karena terdapat beberapa batuan yang berhasil ditemukan untuk kemudian diteliti, dan batuan ini banyak ditemukan di perisai dunia. Bila membicarakan ciri-ciri dari zaman arkaekum ini, tidak banyak ciri kehidupan yang ada.

Ciri-ciri

Beberapa ciri yang bisa ditentukan adalah belum adanya kehidupan di dalamnya. Hal ini dikarenakan bumi masih mengalami proses pembentukan, bahkan baru memulai pembentukan bebatuannya, sehingga bumi masih kurang stabil untuk ditinggali makhluk hidup.

Zaman Arkaekum
Zaman Arkaekum

Ciri kedua yaitu bumi masih berbentuk menyerupai bola gas dengan suhu yang sangat tinggi alias sangat panas, dan secara otomatis hal ini membuat bumi menjadi wadah yang masih kurang bersahabat untuk ditinggali karena panasnya suhu yang ada di dalamnya.

Sedangkan ciri yang ketiga sudah disebutkan di atas, yaitu berlangsung selama sekitar 2.500 juta tahun lamanya. Sehingga, dari sini pun dapat diketahui bahwa bumi memiliki proses yang begitu panjang, untuk salah satu masanya saja bumi membutuhkan waktu 2.500 juta tahun, dan tentu saja hal ini belum termasuk masa-masa yang lain.

Pada masa ini, bebatuan sedang subur-suburnya untuk mengalami pembentukan. Selain itu, di zaman ini juga mulai terbentuk lempeng tektonik yang di zaman sekarang kerap bergerak hingga menyebabkan pergerakan hebat di muka bumi, yang lebih akrab disapa dengan istilah gempa bumi.

Sehingga, banyak bebatuan yang mulai terbentuk pada zaman ini yang kemudian menjadi landasan bumi seperti sekarang. Bebatuan yang terbentuk pun kemudian masih mengalami banyak proses hingga bisa menjadi seperti sekarang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *