Mengapa Bernapas Melalui Hidung Lebih Baik Dibanding Bernapas Melalui Mulut

Proses Pernapasan

Setiap manusia membutuhkan oksigen untuk bisa tetap hidup. Oksigen tersebut bisa didapat oleh manusia dengan bernapas, yaitu mengambil udara, memasukannya ke dalam paru-paru, kemudian mengeluarkannya kembali. Udara yang diambil hanya dipilih oksigennya, kemudian setelah masuk ke dalam paru-paru dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida dan uap air.

Kegiatan bernapas ini selalu dilakukan oleh manusia namun terkadang tak diketahui bagaimana cara yang baik dan cara yang kurang baik. Manusia akan melakukan tarikan napas rata-rata sebanyak 672.768.000 seumur hidup jika umur manusia mencapai 80 tahun.

Jumlah ini adalah jumlah yang normal dilakukan, bisa lebih sedikit atau lebih banyak. Oleh sebab itu, sebaiknya proses pernapasan tersebut dilakukan dengan cara yang baik. Proses pernapasan bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui hidung dan melalui mulut. Cara manakah yang lebih baik dari kedua cara tersebut?

Cara Bernapas

Berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai cara pernapasan yang baik dan kurang baik. Sebenarnya, pernapasan manusia dirancang untuk menggunakan hidung, namun tidak sedikit orang yang malah menggunakan mulut untuk bernapas.

Hal ini menimbulkan berbagai masalah kesehatan mulai dari alergi rhinitis sampai sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur. Hidung adalah jalur pertahanan yang menanggulangi tubuh kita dari serangan bakteri dan racun yang ada di udara.

Dalam hidung terdapat banyak mekanisme penyaringan yang terjadi. Jika anda bisa memanfaatkan hal ini, anda bisa menghangatkan, menyaring, dan melembabkan udara yang anda hidup. Ini mengurangi kemungkinan demam, pembesaran amandel, dan masalah kronis lainnya.

Bernapas melalui hidung juga akan merangsang produksi oksida nitrat, sebuah pangatur untuk membantu menurunkan tekanan darah. Proses ini juga bisa membunuh bakteri dan menjaga sinus agar tidak terkena infeksi. Hal ini tidak akan didapat ketika anda melakukan pernapasan melalui mulut.

Tanpa proses filtrasi ketika bernapas, tubuh hanya bisa mengandalkan amandel sebagai garis pertahanan terakhir. Namun, hal ini bisa memperbesar kemungkinan infeksi dan menyebabkan anda mengalami kesulitan ketika bernapas di malam hari.

Loading...