Apakah Diperbolehkan Jika Seseorang Bergolongan Darah B Menerima Darah Dari Seseorang Bergolongan Darah A?

Transfusi Darah

Anda tentu telah tidak asing dengan istilah donor darah. Iya, orang bisa mendonorkan atau memberikan darah yang dimilikinya kepada orang lain yang membutuhkan. Hal ini akan sangat membantu, terutama ketika orang yang membutuhkan sedang dalam kondisi yang kritis dan memang harus segera mendapatkan darah dari orang lain karena dirinya kehabisan darah.

Orang yang kehabisan darah bisa disebabkan oleh kecelakaan, melakukan transplantasi, operasi, atau hal lain. Jika orang yang sedang membutuhkan darah seperti ini tidak segera mendapatkan darah tambahan, maka yang menjadi taruhannya adalah nyawa.

Dengan segala fungsi dari darah, tidak heran jika manusia memang membutuhkan darah yang cukup agar tiap kebutuhan dari sel di tubuh terpenuhi dengan baik. Donor darah memang menjadi hal yang sangat membantu bagi orang yang sedang membutuhkan darah dengan segera.

Namun, perlu diingat, bahwa tidak semua darah dapat didonorkan atau diterima oleh orang lain. Terdapat aturan yang harus berlaku ketika proses tranfusi darah. Transfusi darah dari pendonor dan penerima (resipien) harus memiliki kecocokan sebelum dilakukan proses tranfusi.

Transfusi Darah
Transfusi Darah

Penerima darah tidak boleh memiliki antibodi yang bisa melawan antigen A atau B yang terdapat pada permukaan sel darah merah pada darah donor. Jika misalnya seorang resipien mendapatkan darah yang tidak cocok, maka bisa terjadi suatu reaksi terhadap tubuh yaitu acute hemolytic transfusion reaction (AHTR).

Reaksi ini bisa berupa timbulnya demam, gatal, sesak, dan syok. Berdasarkan golongan darah dan prinsip transfusi maka dapat diketahu bahwa golongan darah AB+ merupakan resipien universal yang berarti dapat menerima tranfusi darah dari golongan darah apapun.

Hal berbeda dimiliki oleh darah O-, yaitu menjadi donor universal (dapat mendonorkan darah kepada golongan darah apapun) karena pada permukaan sel darah merahnya tidak memiliki antigen apapun. Hal ini tidak bisa dilakukan jika orang yang memiliki dolongan darah B menerima darah dengan golongan A. Transfusi dari kedua golongan darah ini bisa menyebabkan reaksi yang seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan