Hasil Kebudayaan Manusia Praaksara

Zaman Praaksara

Sebelum dihuni oleh manusia modern seperti saat ini, bumi pernah didiami oleh menusia kuno yang belum mengenal tulisan. Zaman tersebut memiliki nama zaman praaksara atau nirleka. Kata nirleka sendiri berasal dari kata nir yang berarti tidak ada dan leka yang berarti tulisan.

Zaman nirleka ini memiliki budaya layaknya zaman manusia saat ini. Berdasarkan hasil budayanya, zaman nirleka atau praaksara dibagi menjadi dua zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam. Khusus untuk zaman batu akan dibagi lagi menjadi beberapa zaman, yaitu zaman batu tua (Palaeolithikum), zaman batu madya (Mesolithikum), zaman batu muda/baru (Neolithikum, dan zaman Megalithikum.

Pada kesempatan kali ini, zaman yang akah dibahas adalah zaman batu tua dan zaman batu madya. Kedua zaman ini merupakan zaman awal sehingga menjadi pembahasan yang diutamakan.

Palaeolithikum

Pada zaman  batu tua (Palaeolithikum), masyarakat atau manusianya menggunakan berbagai peralatan dari batu untuk membantu mereka bertahan hidup. Di zaman palaeolithikum terdapat Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong yang menghasilkan alat-alat yang menyerupai kapak tanpa tangkai sehingga disebut sebagai kapak genggam.

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Untuk Ngandong terdapat kapan dari batu seperti yang ditemukan pada Kebudayaan Pacitan, namun juga ditemukan alat lain yang dibuat dari tulang hewan dan tanduk rusa. Alat-alat ini adalah beberapa contoh hasil budaya di zaman batu tua yang dijadikan sebagai alat bantu mencari makanan dan mengolah makanan.

Mesolithikum

Di zaman mesolithikum ditemukan kjokkenmoddinger atau yang berarti sampah dapur berupa kulit-kulit binatang laut yang menggunung. Selain itu juga ditemukan banyak kapak genggam namun berbeda dengan yang ditemukan pada zaman batu tua.

Di sana ditemukan pula kapak pendek dan pipisan (batu penggilingan dengan landasannya). Selain kjokkenmoddinger terdapat pula abris sous roche yaitu alat-alat seperti flake, kapak, penggilingan dan beberapa alat dari tulang yang ditemukan di dalam gua.

Penemuan alat-alat tersebut ditemukan di dalam gua sehingga mengindikasikan bahwa manusia zaman tersebut telah menggunakan gua sebagai tempat berlindung. Ditemukannya banyak alat-alat dari tulang maka budaya ini juga disebut sebagai Sampung Bone Culture.

Loading...