Perbedaan Sperma dan Ovum

Pengertian Sperma dan Ovum

Berbicara mengenai ovum dan sperma tentu hal ini berkaitan erat dengan proses reproduksi pada manusia. Ovum dan sperma merupakan nama sel yang ada dalam tubuh wanita dan lelaki yang tentunya berhubungan dengan organ reproduksi.

Pada lelaki sel tersebut adala sperma. Sperma sendiri merupakan sel reproduksi yang sel tersebut bisa dikategorikan sebagai sel terkecil dalam tubuh seorang lelaki. Sedangkan ovum sendiri merupakan sel reproduksi yang ada pada tubuh wanita. Sifat sel reproduksi yang satu ini berbanding terbalik dengan sel sperma pada lelaki. Sel ovum ini merupakan sel terbesar yang ada dalam tubuh seorang wanita.

Sel sperma ada dan terbentuk karena dihasilkan dari organ testis seorang pria. Sedangkan ovum sendiri bisa dikatakan merupakan sel yang terbentuk dari hasil produksi ovarium wanita dalam tubuhnya. Sperma dan ovum jelas memiliki bentuk yang berbeda.

Bentuk Sperma dan Ovum

Jika sperma harus dillihat dengan bantuan mikroskop maka berbeda dengan ovum yang jelas-jelas bentuknya dan wujudnya bisa dilihat dengan mata telanjang. Bentuk ovum sendiri adalah bulat. Sedangkan sperma bentuknya kecil sekali dan untuk melihatnya dengan jelas maka harus menggunakan mikroskop.

Sperma dan Ovum
Sperma dan Ovum

Sperma memiliki bagian kepala dan ekor. Di dalam sperma terdapat sejumlah sitoplasma. Setiap sel yang ada terdapat 23 kromoson di dalamnya sel telur yang ada dalam tubuh seorang wanita memiliki masa hidup atau masa aktif yang terbatas. Saat ovum dilepas maka hanya bisa aktif dalam masa 12 hingga 24 jam. Dan saat dilepaskan namun tidak ada sel sperma yang membuahi maka sel tersebut akan terlarut dalam hal yang disebut tuba falopi.

Adanya sperma dan ovum yang merupakan sel reproduksi ini tidak akan bisa bertahan hidup tanpa satu sama lain. Tidak akan ada proses pembuahan sel telur jika tidak ada sperma yang membuahinya. Oleh karenanya dapat ditarik kesimpulan bahwa meskipun kedua sel ini memiliki perbedaan yang signifikan.

Namun, keduanya saling melengkapi untuk proses reproduksi yang dapat menghasilkan keturunan selanjutnya. Dan hal ini merupakan kebutuhan biologis manusia yang harus terpenuhi pada umumnya. Sehingga tidak terjadi kelainan.

Loading...