Apa Fungsi Rumen?

Pengertian Rumen

Siapa yang tidak kenal dengan rumen? Istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita ini sudah banyak disebut oleh kebanyakan orang, terlebih lagi orang yang terfokus dan berkecimpung dalam bidang biologi ataupun kesehatan. Orang yang berkecimpung dalam bidang tersebut tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah rumen.

Lalu apa sebenarnya rumen tersebut? Rumen adalah bagian kedua dari perut ruminansia yang terletak di tengah-tengah rongga perut. Rumen ini memiliki bentuk yang memanjang diantara rusuk ke tujuh atau ke delapan  dan menuju ke tulang punggung.

Letak rumen berada di dalam perut di sekitar omasum, abomasum, usus hati, pankreas, aorta, dan vena inferior. Tentu setiap organ emiliki fungsinya masing-masing. Seperti halnya rumen. Lalu apa fungsi rumen pada umumnya? Daripada penasaran, langsung saja simak ulasan serta penjelasannya di bawah ini.

Fungsi Rumen

Fungsi rumen tidak bisa dilepaskan dari keberadaan mikroba. Oleh karena itu di dalam ramen terdapat banyak mikroba. Miktoba jenis bakteri dan protozoa tersebut turut  berperan penting dalam proses pencernaan makanan terlebih lagi untuk membantu proses fermentasi makanan.

Fungsi Rumen
Fungsi Rumen

Tidak hanya itu, mikrrobia jenis bakteri dan protozoa  tersebut juga turut membantu dalam rumen menjalankan fungsinya, seperti halnya yakni mencerna selulosa, pectin, pati, silan, pentosane, dan karobidrat yang larut dalam makanan yang anda konsumsi. ‘

Selain itu juga berfungsi untuk mencerna protein dan senyaw nitrogenous yang terkandig di dalam makanan, mensintesis asam amino dan protein yang berasal dari ammonia, serta mensintesis vitamin yang dibutuhkan oleh mikrobia.

Jadi bisa dikatakan juga bahwa rumen berfungsi dalam penyimpanan makanan yang anda konsumsi dan siap untuk dicerna, Tempat terjadinya fermentasi dan mengabsorbsinya. Di dalam rumen juga akan terjadi proses pencampuran dan pencernaan.

Bagaimana? Ternyata rumen memiliki fungsi yang snagat kompleks dan dekat sekali dengan aktivitas sehari-hari kita ya. itulah sedikit ulasan dan penjelasan mengenai fungsi rumen serta penjelasan terkait dengan rumen. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat untuk anda dalam menambah informasi dan pengetahuan.

Rumen pada sapi

Rumen adalah yang terbesar, dengan volume 150-200 liter (40-50 galon). Dalam sistem pencernaan ada miliaran mikroorganisme. Mereka membantu sapi mencerna dan memanfaatkan nutrisi dalam makanan. Untuk mencapai pemanfaatan pakan yang efisien dan hasil susu yang tinggi, bakteri harus memiliki kondisi yang optimal. Ini adalah bakteri yang mencerna makanan. Memberi makan sapi, pada kenyataannya, melibatkan pemberian makan mikroorganisme di rumennya.

Salah satu fungsi rumen pada sapi adalah tempat terjadinya proses fermentasi selain retikulum. Fermentasi adalah ketika mikroorganisme mengubah karbohidrat menjadi asam lemak dan gas yang mudah menguap. Proses ini memungkinkan sapi mengubah serat selulosa menjadi energi.

Dari gas yang diproduksi dalam rumen selama fermentasi (500-1500 liter per hari) (150-400 galon), 20–40% terdiri dari metana dan karbon dioksida. Produksi gas fermentasi merupakan kehilangan energi yang cukup besar. Pengubah fermentasi tertentu, seperti ionofor, meningkatkan efisiensi energi ruminansia dengan mengurangi kehilangan energi gas tersebut.

Gas fermentasi dikeluarkan dengan sendawa. Ketika bersendawa tidak mungkin atau tidak efektif, sapi dapat menderita kembung.

rumen sapi

Tinggalkan Balasan