Perbedaan Monomer dan Polimer

Perbedaan Utama: Ketika seseorang mendengar tentang polimer, hal yang paling umum muncul adalah polimer sintetik seperti polivinil klorida (PVC), polystyrene (PS), dan nilon yang digunakan untuk membuat karet dan produk plastik lainnya. Tapi ketika ditanya membedakannya antara polimer dan monomer umumnya tidak tahu apa penyusun kedua bahan ini.

Seperti awalan kata yang diucapkan, mono berarti satu atau tunggal, sedangkan poli berarti banyak. Monomer adalah molekul yang lebih kecil yang diperlihatkan sebagai bahan penyusun yang berikatan secara kimia untuk membentuk polimer. Banyak monomer bergabung dari makromolekul yang disebut polimer. Polimer yang dibuat dapat terdiri dari unit tunggal yang sama (monomer) atau berbagai jenis unit tunggal dapat bergabung untuk membentuk rantai seperti struktur yang disebut polimer.

Apa itu Monomer?

Ini adalah molekul yang lebih kecil yang dapat terikat dengan jenis monomer lain yang identik atau lainnya untuk membentuk makromolekul yang disebut, polimer. Mereka adalah unit dasar yang lebih sederhana yang bergabung satu sama lain secara kimiawi atau supramolekul ke dari struktur kompleks yang disebut polimer. Seperti awalan dalam monomer, mereka adalah unit tunggal yang mungkin tidak terlihat penting, tetapi mereka bergabung untuk membentuk polimer, yang melakukan berbagai fungsi dalam tubuh.

Biopolimer atau biomodi adalah bahan yang dihasilkan oleh organisme hidup atau diambil dari makanan. Beberapa contoh monomer yang membentuk biopolimer adalah nukleotida yang membentuk asam nukleat, asam lemak yang membentuk lipid, monosakarida yang membentuk karbohidrat, dan membentuk protein amino. Ketika dua jenis monomer bergabung bersama untuk membentuk polimer, monomer dalam kasus ini disebut dimer, dan ketika beberapa lusin monomer bergabung dari polimer, sistem ini disebut ‘oligomer’. Unit polimer juga bisa kembali sebagai monomer setelah pecah.

Perbedaan Monomer dan Polimer
Tabel Perbedaan Monomer dan Polimer

Apa itu Polimer?

Polimer adalah molekul besar atau makromolekul yang terdiri dari unit tunggal berulang, monomer. Mereka memiliki berbagai sifat dan itulah mengapa mereka melakukan berbagai fungsi dalam organisme hidup dan bahkan digunakan dalam produksi bahan yang berguna seperti karet dan produk plastik lainnya. Terutama polimer terdiri dari dua jenis, polimer sintetik dan alami (biopolimer). Contoh polimer sintetis adalah polivinil klorida (PVC), polistiren (PS), dan nilon, sedangkan contoh biopolimer adalah asam nukleat, lipid, karbohidrat dan protein.

Biopolimer adalah polimer yang diproduksi oleh organisme hidup untuk melakukan berbagai fungsi atau mereka diambil dari asupan organisme hidup dalam makanan. Seperti yang kita tahu bahwa unit tunggal molekul yang lebih kecil, monomer membentuk polimer. Polimer yang dibuat dapat terdiri dari unit tunggal yang sama (monomer) atau berbagai jenis unit tunggal dapat bergabung untuk membentuk rantai seperti struktur yang disebut polimer. Polimer yang dibuat dengan pengulangan polimer sejenis disebut ‘homo-polimer’. Proses yang dilalui monomer menjadi polimer disebut polimerisasi.

Monomer Polimer
Definisi Ini adalah molekul yang lebih kecil yang dapat terikat dengan jenis monomer lain yang identik atau lainnya untuk membentuk makromolekul yang disebut, polimer. Polimer adalah molekul besar atau makromolekul yang terdiri dari unit tunggal berulang dari monomer.
Berat molekul Rendah Tinggi
Contoh nukleotida, asam lemak, monosakarida, amino asam nukleat, lipid, karbohidrat, protein
Titik didih & gaya Mekanis Rendah Tinggi

Monomer vs. Polimer

  1. Monomer adalah molekul yang lebih kecil yang diperlihatkan sebagai bahan penyusun yang terikat secara kimia untuk membentuk polimer.
  2. Polimer adalah makromolekul kompleks dengan berat molekul sangat tinggi dibandingkan dengan monomer.
  3. Beberapa contoh monomer yang membentuk biopolimer adalah nukleotida yang membentuk asam nukleat, asam lemak yang membentuk lipid, monosakarida yang membentuk karbohidrat, dan membentuk protein amino.
  4. Polimer biasanya memiliki titik didih yang lebih tinggi, kekuatan mekanis yang lebih tinggi dan membentuk ikatan kimia yang lebih kuat daripada monomer.
Loading...