Contoh Genealogis Dalam Pembentukan Kelompok Sosial

Pengertian Genealogis

Kesatuan genealogis yang merupakan salah satu dasar untuk membuat suatu kelompok sosial merupakan salah satu dasar yang paling penting. Kesatuan genealogis sendiri merupakan kelompok sosial yang terbentuk atas persamaan darah dan keturunan.

Kelompok sosial yang terbentuk karena adanya hubungan darah dan keturunan merupakan sebuah perkumpulan berbagai keluarga pada suatu tempat yang semuanya masih mempunyai hubungan kekerabatan.

Contoh Genealogis
Contoh Genealogis

Contoh Genealogis

Contoh genealogis di Indonesia adalah persekutuan hukum. Persekutuan hukum atau yang lebih dikenal dengan masyarakat yang mempunyai kehidupan yang teratur karena adanya aturan yang harus dipatuhi oleh semua anggota masyarakat yang berada di dalamnya.

Pesekutuan hukum atau masyarakat yang  bersifat genealogis adalah masyarakat yang hidup dengan teratur, dimana semua anggota masyarakatnya terikat pada hubungan darah dan garis keturunan yang sama dari satu leluhur atau nenek moyang.

Mereka terikat garis keturunan baik secara langsung maupun tidak langsung. Garis keturunan secara langsung yaitu karena memang mempunyai hubungan darah sebelumnya, dan mendapatkan garis keturunan secara tidak langsung melalui pertalian perkawinan atau pertalian adat.

Jenis-jenis Masyarakat Genealogis

Dalam kelompok masyarakat genealogis dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu sebagai berikut.

1. Masyarakat Patrilinial

Patrilinial merupakan pertalian garis darah menurut bapak. Sehingga masyarakat Patrilinial merupakan masyarakat yang susunan kekerabatannya ditarik menurut garis keturunan bapak (garis laki-laki), sedangkan untuk garis keturunan dari ibu dihilangkan.

Dalam masyarakat patrilinial, ada yang bersifat murni dan ada pula yang bersifat tidak murni. Dalam patrilinial murni berpendapat bahwa hanya laki-laki saja yang dapat menjadi penerus keturunan.

Sedangkan dalam patrilinial tidak murni berpendapat bahwa tidak hanya laki-laki saja yang dapat menjadi penerus keturunan. Perempuan juga mempunyai hak yang sama untuk menjadi penerus keluarga.

Asalkan perempuan tersebut harus menempuh ritual upacara adat sehingga ia dianggap sebagai seorang laki-laki dalam persepektif adat namun dalam wujud nyata tetaplah seorang perempuan.

2. Masyarakat Matrilinial

Matrinilinial merupakan pertalian garis darah menurut ibu. Sehingga masyarakat matrilinial merupakan masyarakat yang susunan kekerabatannya ditarik menurut garis keturunan ibu (garis perempuan), sedangkan untuk garis keturunan dari bapak dihilangkan

3. Masyarakat parental atau bilateral

Parental atau bilateral merupakan  pertalian garis darah menurut garis keturunan orang tua yaitu ayah dan ibu.