Fungsi organ reproduksi pria bagian dalam dan luar

Proses pembuahan terjadi secara internal atau dalam tubuh induk betina dan perkembangan embrio terjadi dalam rahim kemudian dikeluarkan berupa anak. Organ pada reproduksi pada pria dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.

1) Organ kelamin luar

Organ kelamin luar pada pria terdiri atas pe-nis dan skrotum

a) Penis

Penis merupakan organ kopulasi, yang berfungsi memasukan sperma ke dalam organ reproduksi wanita. Penis manusia memiliki fungsi dan asal usul perkembangan (ontogeni) yang sama dengan pe-nis mamalia jantan lainnya. Dalam keadaan tanpa rangsangan, pe-nis lemah dan menggantung. Pada saat demikian fungsi sebagai alat urinasi (membuang urin) adalah optimal. Apabila terkena rangsangan yang dikendalikan oleh otak, baik seksual maupun non-seksual, pe-nis membesar ukurannya dan menegang. Keadaan ini dikenal sebagai ereksi. Pada kondisi ereksi penuh, pe-nis tidak siap untuk saluran pembuangan urin dan akan siap sebagai saluran penyaluran cairan sperma.

b) Skrotum

Skrotum merupakan kantung yang membungkus testis dan berfungsi untuk mengatur temperatur proses spermatogenesis. Fungsi skrotum adalah menjaga suhu dari testis agar tetap optimal yakni di bawah suhu tubuh. Pada manusia, suhu testis sekitar 34 °C. Pengaturan suhu dilakukan dengan mengeratkan atau melonggarkan skrotum, sehingga testis dapat bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis akan diangkat mendekati tubuh pada suhu dingin dan bergerak menjauh pada suhu panas.

http://materi.website/wp-content/uploads/2015/05/Gambar-struktur-organ-reproduksi-laki-laki-400×281.jpg

2) Organ kelamin dalam

Pada manusia reproduksi berlangsung dengan cara generatif atau seksual. Reproduksi generatif artinya terbentuknya individu baru melalui proses persatuan dan peleburan dua sel kelamin dan pembuahan sel kelamin, yaitu sel sperma dan ovum.  Organ kelamin dalam pada pria terdiri dari organ-organ berikut ini.

a) Testis

Testis merupakan organ yang berbentuk bulat telur dan berjumlah sepasang yang berfungsi untuk memproduksi hormon testosteron dan sel sperma. Testis berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin. Fungsi testis: memproduksi sperma (spermatozoa) dan memproduksi hormon seks pria seperti testosteron.

Kerja testis di bawah pengawasan hormon gonadotropik dari kelenjar pituitari bagian anterior:

  • luteinizing hormone (LH)
  • follicle-stimulating hormone (FSH)

b) Epididimis

Epididimis merupakan saluran panjang berkelok-kelok dari testis yang berfungsi sebagai tempat menyimpan sperma untuk sementara waktu hingga masak. Epididimis berperan dalam mengumpulkan dan menyimpan sperma sebelum ejakulasi sewaktu berhubungan seksual dan sebagai tempat maturasi dari sperma.

c) Vas deferens

Vas deferens merupakan saluran lurus panjang ke atas sebagai jalan sperma dari epidedimis menuju kantong mani. Vas deferens juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan melalui pe-nis. Saluran ini bermuara dari epididimis. Saluran Vas Deferens menghubungkan testis dengan kantong sperma. Kantong sperma ini berfungsi menampung sperma yang dihasilkan oleh testis.

d) Vesika seminalis (kantong mani)

Vesica seminalis merupakan kantong untuk menampung sperma matang. Pada dindingnya menghasilkan getah yang mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa untuk memberikan makanan pada sel sperma. Saluran vesikula seminalis bermuara ke kelenjar prostat dan vas deferens. Ketiga bersatu membentuk saluran ejakulasi. Secara histologis, vesikula seminalis dapat dikenali dengan bagiannya yang berlika-liku, epitel bertingkat dan kubus pada lamina basalisnya.

e) Kelejar prostat

Bagian ini menghasilkan kelenjar (getah) yang dialirkan ke saluran sperma. Fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani. Prostat berbeda-beda dari satu spesies ke spesies lainnya dalam hal anatomi, kimia dan fisiologi.

f) Kelenjar Cowper

Bagian ini menghasilkan getah yang dialirkan ke uretra. Apabila kelenjar seminalis, kelenjar prostat, dan kelejar cowper bercampur dengan sperma, disebut sebagai semen. Adapun fungsi kelenjar seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper adalah:

  • Memberi makanan sperma
  • Memberi suasana basa pada sperma
  • Memudahkan gerakan sperma, dan
  • Membersihkan saluran keluar bagi sperma.

g) Jaringan erektil

Jaringan erektil merupakan jaringan berongga yang banyak mengandung pembuluh darah. Jaringan tersebut jika terisi darah, maka pe-nis akan tegang atau mengencang (membesar dan memanjang) yang disebut dengan ereksi.

h) Uretra

Pada pria, uretra merupakan saluran keluar untuk urine dan juga saluran keluar untuk sperma (proses ejakulasi). Uretra pada pria dibagi menjadi 4 bagian dan dinamakan sesuai dengan letaknya:

  • pars pra-prostatica, terletak sebelum kelenjar prostat.
  • pars prostatica, terletak di prostat, Terdapat pembukaan kecil, dimana terletak muara vas deferens.
  • pars membranosa, sekitar 1,5 cm dan di lateral terdapat kelenjar bulbouretralis.
  • pars spongiosa/cavernosa, sekitar 15 cm dan melintas di corpus spongiosum pe-nis.
    • pars bulbosa, pars spongiosa yang terlapisi otot bulbocavernosus dan menempel pada tubuh karena tergantung oleh ligamantum suspensorium pe-nis.
    • pars pendulosa, pars spongiosa yang tidak terlapisi otot dan menggantung pada kondisi tidak ereksi.
Fungsi organ reproduksi pria bagian dalam dan luar 1

Tinggalkan Balasan