20 Perbedaan antara Limfosit B dan Limfosit T (Sel-B dan T)

Limfosit adalah sel-sel kunci dari sistem kekebalan tubuh dan mereka bertanggung jawab atas respons imun adaptif suatu organisme. Mereka juga bertanggung jawab atas banyak karakteristik imunologis seperti spesifisitas, keragaman, ingatan dan pengenalan diri / non-diri.

Limfosit membentuk sekitar 20 – 40% sel darah putih tubuh dan 99% sel getah bening. Limfosit secara luas diklasifikasikan ke dalam TIGA populasi berdasarkan fungsi, umur, komponen permukaan sel dan yang paling penting tempat pematangan mereka. Mereka adalah Limfosit-B(Sel-B), Limfosit-T (Sel-T) dan Sel natural killer (Sel NK).

Limfosit B (Sel-B):

Mereka dewasa di sumsum tulang atau bursa (pada burung). Sel-B memiliki imunoglobulin terikat membran yang bertindak sebagai reseptor untuk antigen. Mereka terlibat dalam respon imun humoral (dimediasi antibodi).

Limfosit-T (Sel-T):

Mereka matang di timus, karena itulah namanya. Sel-T memiliki reseptor untuk antigen di permukaannya tetapi secara struktural berbeda dari imunoglobulin. Mereka terlibat dalam respon imun yang dimediasi sel.

Tulisan ini membahas Persamaan dan Perbedaan antara Limfosit-B (Sel-B) dan Limfosit-T (Sel-T) dengan Tabel Perbandingan.

Persamaan antara Sel-B dan Sel-T (Limfosit B dan T)

$. Baik sel-B dan sel-T adalah limfosit.

$. Keduanya adalah keturunan sel-sel progenitor limfoid.

$. Keduanya diproduksi di sumsum tulang.

$. Keduanya adalah sel berinti dengan nukleus besar.

$. Keduanya adalah sel motil.

$. Keduanya adalah sel nonfagosit.

$. Keduanya ditemukan dalam darah tepi dan semua jaringan limfoid.

$. Keduanya terlibat dalam respons imun adaptif suatu organisme.

$. Baik sel-B dan sel-T secara morfologis serupa (tidak dapat dibedakan secara morfologis di bawah mikroskop cahaya).Perbedaan antara Limfosit B dan Limfosit T

Tabel Perbedaan antara Sel-B dan Sel-T

No. Limfosit-B (Sel-B) Limfosit-T (Sel-T)
1 Sel-B matang di sumsum tulang. Sel-T matang di timus.
2 Sel-B merupakan 20% dari total limfosit dalam darah. Sel-T merupakan 80% dari total limfosit dalam darah.
3 Sel-B terlibat dalam respons imun humoral. Sel-T terlibat dalam respons imun yang dimediasi sel.
4 Sel B matang terjadi di luar kelenjar getah bening. Sel T matang terjadi di dalam kelenjar getah bening.
5 Sub-populasi sel B adalah sel Memori dan sel Plasma. Sub-populasi sel-T adalah sel T sitotoksik, sel T Helper dan sel Suppressor.
6 Sel-B dapat mensintesis antibodi. Sel-T dapat mensintesis limfokin seperti IL2, IL4, IL5 dan γ-interferon.
7 CD19 adalah penanda permukaan sel B-sel. CD3 adalah penanda permukaan sel-sel T.
8 Sel-B mampu berikatan dengan antigen. Sel-T tidak mampu mengikat antigen secara langsung. Mereka membutuhkan presentasi antigen.
9 Antigen spesifik timus tidak ada dalam sel-B. Antigen spesifik timus hadir dalam sel-T.
10 Umur sel B relatif pendek. Umur sel T relatif panjang.
11 Sel-B tidak bergerak menuju tempat infeksi. Sel-T dapat bergerak menuju lokasi infeksi.
12 Sel-B dapat mengenali antigen pada permukaan bakteri dan virus. Sel-T hanya dapat mengenali antigen di luar sel yang terinfeksi.
13 Sel-B mengenali antigen melalui antibodi terikat-membran yang disebut reseptor sel-B atau BCR. Sel T mengenali antigen melalui reseptor sel T (TCR) pada membran.
14 IgM hadir di permukaan sel-B. IgM tidak ada di permukaan sel-T.
15 Sel-B memiliki reseptor untuk fragmen FC dari IgG. Sel-T tidak memiliki reseptor untuk fragmen FC dari IgG.
16 Reseptor untuk komplemen C3 hadir pada sel-B. Reseptor untuk komplemen C3 tidak ada dalam sel-T.
17 Rosette SRBC tidak ada dalam sel-B. Rosette SRBC hadir dalam sel-T.
18 Permukaan sel B-sel menunjukkan juluran sitoplasma yang disebut mikrovili (di bawah mikroskop elektron). Permukaan sel T-sel halus dan tidak ada mikrovili.
18 Pembentukan blast dalam sel-B dapat dilihat setelah interaksi dengan bakteri endotoksin dan virus Epstein-Barr. Pembentukan blast dalam sel-T dapat terlihat setelah perawatan dengan mitogen seperti Concanavalin A (Con A) atau Phytohemagglutinin (PHA).
20 Sel B tidak bertindak melawan sel kanker atau cangkok. Sel-T dapat bertindak melawan sel kanker dan cangkok organ.

Leave a Comment