Persamaan Diatropisme dan Tektonisme?

Bicara mengenai permukaan bumi, kenampakan bumi, bencana alam dan semua yang berkaitan dengan alam pasti membuat banyak sekali pertanyaan yang timbul. Dengan adanya ilmu Pengetahuan Sosial membuat pertanyaan-pertanyaan itu satu persatu terjawab.

Salah satu bencana alam yang sesaat setelah kejadian mempunyai bekas adalah gempa bumi. Secara kasap mata memang pergeseran lempeng ataupun permukaan bumi  tidak terlihat. Tetapi, sesaat setelah gempa bumi permukaan bumi pasti akan memiliki perubahan walaupun tidak begitu signifikan.

Salah satu ilmu yang mempelajari mengenai gempa bumi adalah Diatopisme (Tektonisme). Untuk anak IPS pasti tidak asing dengan kata ini. Apakah Diatropisme sama dengan Tektonisme ? Tektonisme dan Diatopisme memang hampir sama karena memang merupakan suatu tenaga yang berasal dari dalam bumi yang dapat menyebabkan pergeseran muka bumi. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

Tektonisme

Tektonisme adalah suatu tenaga yang berasal dari dalam bumi yang dapat menyebabkan pergeseran ataupun perubahan letak lapisan bumi secara mendatar atau vertical. Perubahan bentuk dari tenaga tektonisme berupa patahan atau lipatan. Semua gerak tektonik adalah naik dan turun sehingga membuat perubahan permukaan bumi.

Diatropisme

Diatropisme sendiri sama seperti tektonisme. Namun, untuk diatropisme perbedaannya berada di gerakannya. Untuk diatropisme gerakannya mencangkup gerak epirogenetik dan gerak orogenetik. Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit bumi yang berlangsung dalam rentan waktu yang sangat lama dan meliputi daerah yang sangat luas.

Gerak epirogenetik sendiri dibedakan menjadi dua yaitu epirogenetik positif dan negative. Epirogenetik positif adalah gerak turunnya daratan sehingga seakan-akan permukaan laut terlihat naik. Sedangkan, epirogenetik negative adalah gerak naiknya daratan sehingga seakan-akan permukaan laut terlihat turun.

Loading...

Peristiwa ini dapat dilihat saat berada di pantai. Gerak orogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit bumi yang berlangsung dalam rentan waktu yang lebih cepat dibandingkan epirogenetik. Gerakan ini menyebabkan tekanan horizontal dan vertical di kulit bumi sehingga menimbulkan lipatan dan patahan.

Contoh gerakan ini adalah pembentukan pegunungan. Untuk lipatan  adalah gerakan tekanan horizontal yang menyebabkan lapisan kulit bumi yang elastis berkerut sehingga menyebabkan lipatan-lipatan ataupun relief-relief di muka bumi seperti pegunungan.

Sedangkan patahan adalah gerakan horizontal dan vertical yang menyebabkan lapisan kulit bumi rapuh menjadi retak ataupun patah.

Loading...
Hisham.id © 2017 Frontier Theme