Dasar Negara Menurut Ir. Soekarno

Landasan negara tentu saja tak lepas dari peranan masyarakat maupun peranan para petinggi yang mengusulkan akan kemerdekaan tanah air. Termasuk bagi bangsa Indonesia yang sebelumnya mengalami penjajahan ratusan tahun.

Menyiapkan landasan negara tentu saja tidak bisa dilakukan dengan asal karena hal ini akan mempengaruhi hidup orang banyak bahkan untuk kedepannya. Setelah ratusan tahun tanah air Indonesia mengalami penjajahan.

Indonesia sempat harus tunduk dibawah negara lain, akhirnya kini bangsa Indonesia sebagai anak cucu penerus para pejuang bisa merasakan kemerdekaan dan mampu berdiri sendiri. Akan tetapi bukan berarti anda sebagai penerus kemudian melupakan sejarah.

Kita harus tahu bagaimana kisah perjuangan para pendahulu untuk bisa merebut kembali tanah air dan mendapatkan kemerdekaan. Ada banyak hal yang dikorbankan saat itu bahkan untuk bisa membentuk sebuah konsep dasar negara.

Pada persiapan ini, banyak masyarakat termasuk para petinggi yang mengusulkan berbagai konsep dan gagasannya yang dianggap mampu merepresentasikan nilai bangsa. Salah satunya adalah Ir. Soekarno yang juga memberikan gagasannya mengenai dasar negara Republik Indonesia.

Konsep Dasar Negara Menurut Ir. Soekarno

Pancasila yang kini telah disahkan sebagai dasar negara tentu saja tidak langsung muncul begitu saja. Saat ini ada banyak yang berpartisipasi menyumbangkan ide dan gagasannya yang dianggap mampu merepresentasikan nilai bangsa.

Loading...

Salah satunya adalah Ir. Soekarno yang juga ikut aktif menyumbangkan gagasannya. Pada kesempatan itu, Ir. Soekarno memberikan lima poin sebagai gagasannya terkait dengan isi Pancasila sebagai dasar negara.

Gagasan ini beliau sampaikan pada tanggal 1 Juni 1945. Isi dari gagasan tersebut diantaranya :

1. Kebangsaan

Rumusan dari Ir Soekarno yang pertama bahwa dasar negara Indonesia adalah kebangsaan Indonesia. Bahwa setiap warna negara Indonesia harus memiliki nilai dan rasa kebangsaan ini.

2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan

Isi gagasan yang kedua adalah internasionalisme atau peri kemanusiaan. Bahwa bangsa Indonesia harus memiliki nilai peri kemanusiaan sehingga mampu bermasyarakat dengan baik.

3. Mufakat atau Demokrasi

Yang ketiga adalah mufakat atau demokrasi. Bahwa bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah mufakat untuk bisa menyelesaikan setiap persoalan.

4. Kesejahteraan Sosial

Yang keempat kesejahteraan sosial, dimana hal ini tentu saja menjadi dasar negara yang harus dicapai.

5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Dan yang kelima adalah Ketuhanan yang berkebudayaan. Ketuhanan yang berbudi pekerti luhur.

Loading...
Hisham.id © 2017 Frontier Theme